Jelang Libur Lebaran, Polisi di Jabar Sebut Ada Puluhan Titik Rawan Bencana Di Jalur Mudik
Polisi mencatat, ada delapan Kota/Kabupaten yang rawan terjadi bencana. Delapan Kota/Kabupaten itu, akan menjadi titik perlintasan arus mudik lebaran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Polisi mencatat, ada delapan Kota/Kabupaten yang rawan terjadi bencana. Delapan Kota/Kabupaten itu, akan menjadi titik perlintasan arus mudik lebaran.
Dirlantas Polda Jabar, Kombes Wibowo mengatakan, untuk mengantisipasi hal terburuk jika terjadi bencana alam, di beberapa wilayah di Jabar, pihaknya telah menyiapkan sejumlah antisipasi.
Salah satunya, yakni ia meminta jajaran Polres terutama para Kasat Lantas, diminta untuk memiliki nomor operator alat berat. Pasal, keberadaan alat berat, dianggap sangat perlu, guna membuka jalur jika terjadi bencana alam.
"Pak Wadirlantas tolong diingatkan para Kasatlantas, minimal dia pegang nomor pilot operator (alat berat) itu, jangan sampai pesawatnya (alat berat) ada tapi pilotnya gak ada, kacau kita. Evakuasi jalur ini kalau kita lakukan secara manual, itu cukup lama," ungkap Wibowo, Rabu 27 Maret 2024.
Selain menyiapkan alat berat, Wibowo mengatakan jajarannya akan melakukan patroli rutin di titik rawan, membatasi kendaraan bermuatan berlebih melintasi jalur rawan longsor.
"Kita juga tetap melakukan koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait," katanya.
Wibowo menuturkan dari pemetaannya, terdapat 31 titik rawan bencana yang ada di Jabar. Titik rawan itu, meliputi bencana banjir, tanah, longsor, jalan amblas, ataupun pohon tumbang.
Adapun kerawanan yang diantisipasi oleh Wibowo, didasari oleh adanya rilis BMKG, yang menyebutkan, curah hujan di wilayah Jabar cenderung fluktuatif hingga akhir bulan Mei.
"Perkiraan BMKG sampai dengan akhir Mei curah hujan bisa tinggi dan bisa tidak," ucap dia.
Berikut titik rawan bencana, yang ada di delapan Kota/Kabupaten di Jabar, berdasarkan data Ditlantas Polda Jabar :
Kota Bandung (rawan longsor dan banjir)
- Jalan Setiabudi
- Jalan Ir. H. Juanda
- Jalan Soekarno Hatta (Kecamatan Rancasari)
- Kecamatan Mandalajati
- Jalan Soekarno Hatta (Kecamatan Gedebage)
- Jalan Soekarno Hatta (Kecamatan Panyileukan)
Kota Bogor (rawan longsor dan jalan amblas)
- Jalan Raya Tajur (Simpang Babadak)
- Jalan Raya Stasiun Cilebut
- Simpang Mbah Dalem Batutulis
Kabupaten Cianjur (rawan pohon tumbang dan banjir)
- Jalan Raya Cipanas
- Jalan Raya Ciherang Pacet
Kota Sukabumi (rawan longsor dan jalan amblas)
- Jalan KH. A. Sanusi
- Jalan Proklamasi
- Jalan Raya Baros
- Jalan Lio Santa
Kabupaten Kuningan (rawan longsor, banjir dan pohon tumbang)
- Jalan Cimenga
- Jalan Cilebak
- Kecamatan Cibingbin
- Kecamatan Luragung
- Jalan Cisantana - Cigugur
- Jalan Kadugede - Darama
- Jalan Siliwangi
- Jalan RE. Martadinata
Kota Cimahi (rawan longsor)
- Jalan Kertawangi, Kecamatan Cisarua
Kabupaten Garut (rawan longsor dan banjir)
- Jalan Raya Lebak Jero Kadungora
- Jalan Tutugan Leles
- Jalan Cijolang
- Jalan Cipeundeuy
- Jalan Panday
- TPA Warung Peuteuy
Kabupaten Tasikmalaya (tanga longsor dan jalan amblas)
- Jalan Raya Garut Tasikmalaya . (Cesar Yudistira)
Editor : inilahkoran
