Karena Alasan Ini, Warga Cisarua Tetap Naik Angkot. Padahal, Angkot Sudah Diliburkan Oleh Gubernur Dedi Mulyadi
Beragam alasan diungkapkan warga Cisarua Kabupaten Bogor yang tetap memilih naik angkot walaupun angkutan tersebut sudah diberikan kompensasi oleh Gubernur Dedi Mulyadi agar tidak beripeasi selama arus mudik
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Deti warga Desa Kopo, Cisarua sebenarnya mendukung program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, namun Karena alasan tidak memiliki kendaraan bermotor, Deti Warga Desa Kopo, Cisarua tetap menggunakan angkot saat bersilaturrahmi ke keluarganya di Kota Bogor.
"Saya sih mendukung aja (kebijakan meliburkan supir angkot jalur Puncak selama liburan Hari Raya Idhul Fitri 1446 Hijriyah), tapi kami butuh angkot mau pulang ke Cisarua susah kalau tidak ada angkot, sementara saya tidak memiliki kendaraan," kata Deti kepada wartawan, Selasa, 1 April 2025.
Penumpang angkot Jalur Cisarua lainnya bernama Ika mengaku kurang setuju kalau angkot dihilangkan, karena ia bersama anak dan cucu mau berlibur ke Kawasan Puncak.
"Masa angkot mau 'dihilangin', kan saya mau jalan-jalan ama cucu," ungkap Nenek Ika.
Nenek Ika pun berterima kasih kepada Dinas Perhubungan (Dishub) yang hanya memberikan himbauan kepada supir angkot, dan tidak menilang atau memutar balikman arah tujuan.
"Terima kasih pak Dishub, kita boleh melanjutkan kembali perjalanannya," ucapnya tulus.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendali dan Operasi Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih memberhentikan dan memberikan himbauan kepasa supir angkot jalur Puncak yang tetap nekat beroperasi.
Padahal, ratusan supir angkot jalur Puncak tersebut sudah menerima kompensasi dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, untuk selanjutnya libur beroperasi sejak 1 April hingha 7 atau 8 April 2025.
Mereka, setidaknya mendapatkan dana kompensasi sebesar Rp 1,5 juta yang diberikan secara dua tahap.
"Tadi saya tanya alasan mereka (supir angkot Jalur Cisarua) masih beroperasi, alasannya karena mereka belum menerima kompensasi dari Gubernur Jawa Barat, nanti kami akan daftarkan mereka ke Dishub Jawa Barat," ujar Dadang Kosasih.
Dadang Kosasih menuturkan bahwa ada 651 angkot di jalur Puncak, 430 unit merupakan Jalur Cisarua, 150 unit Jalur Cibedug dan 71 unit Jalur Pasir Angin.
"Kira-kira hanya 10 persen yang masih beroperasi, sementara 90 persen sudah melaksanakan komitmennya," tutur Hengki sapaan akrabnya.
Editor : Ahmad Sayuti


