Jelang Rakernas, LDII Jabar Siapkan Aspirasi untuk Tiga Bakal Calon Presiden
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bakal menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 November 2023 mendatang. Rencananya, acara tersebut akan dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri tiga bakal calon presiden.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bakal menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) pada 7-9 November 2023 mendatang. Rencananya, acara tersebut akan dibuka Presiden Joko Widodo dan dihadiri tiga bakal calon presiden.
Plh Ketua DPW LDII Jabar Achjar Nazaruddin mengatakan, Rakernas tersebut menjadi ajang para bakal calon presiden menyampaikan pemikirannya mengenai keindonesiaan.
“Kami LDII Jabar juga menyampaikan aspirasi kami di Rakernas nanti, agar menjadi perhatian siapa pun bakal calon presiden yang akan menjadi pemenang pada Pilpres 2024 nanti,” ujar Achjar di Bandung, Jumat 3 November 2023.
Menurutnya, LDII memiliki “8 Program Pengabdian LDII untuk Bangsa” di antaranya kebangsaan, dakwah, pendidikan umum, ketahanan pangan dan lingkungan, ekonomi syariah, kesehatan alami, teknologi digital, energi baru terbarukan.
“Delapan program kerja tersebut, saat ini menjadi potensi sekaligus tantangan bangsa. Untuk itu, kami membangun sumberdaya manusia melalui program kerja tersebut. Agar bangsa Indonesia sukses mencapai Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Bagi LDII Jabar, potensi yang harus dikembangkan dan menjadi perhatian pemerintah untuk Jabar adalah teknologi. Bandung, menurutnya merupakan kawasan yang bisa dikembangkan selayaknya Silicon Valley,
“Kota Bandung memiliki kampus-kampus yang berkonsentrasi pada teknologi digital atau internet of things (IoT). LDII juga fokus pada pengembangan SDM yang memahami dan memanfaatkan teknologi,” ujar Achjar yang juga akademisi di Telkom University.
Terkait Pemilu 2024, Achjar menyampaikan harapan LDII Jabar. Ia meminta agar hajat demokrasi lima tahunan itu menjadi pesta demokrasi yang menyatukan bangsa.
“Memaknai demokrasi adalah menghormati perbedaan untuk mencapai cita-cita bersama, jangan sampai pesta demokrasi malah memecah belah bangsa.
Untuk itu, menurutnya, dalam pesta demokrasi jangan diwarnai dengan kampanye hitam, menjelek-jelekkan pihak lain," tuturnya.
Achjar menambahkan, perilaku tersebut dapat merusak persatuan kesatuan bangsa. Padahal, salah satu pilar kebangsaan yakni menjaga kebhinekaan bangsa Indonesia, sekaligus menjaga keutuhan NKRI.
"Dalam konteks Pemilu 2024, LDII ormas yang netral dan aktif. Kita mengajak kepada masyarakat luas untuk tidak golput,” tambahnya.***
Editor : Doni Ramdhani
