Jembatan Belum Diperbaiki, Jalan Kolmas Masih Dibuka

Jembatan Belum Diperbaiki, Jalan Kolmas Masih Dibuka
PENUTUPAN JALAN: Suasana ruas Jalan Kolonel Masturi Kecamatan Lembang. Rencana penutupan jalan tersebut hingga kini masih belum dilakukan.(INILAH/AGUS SATIA NEGARA)

INILAH, Bandung - Aktivitas di Jalan Kolonel Masturi (Kolmas) masih berjalan seperti biasa. Kendaraan dari arah Lembang menuju Parongpong maupun sebaliknya masih dapat melintas tanpa pengalihan, meski rencana penutupan jalan sudah beberapa kali dijadwalkan.

Rencana penutupan akibat pekerjaan perbaikan jembatan di kawasan Imah Seniman, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, semula dijadwalkan pada 14 September 2026. Jadwal itu kemudian diundur menjadi 21 September. Namun, hingga Selasa (22/9), pekerjaan belum juga terlihat dimulai.

Tidak ada aktivitas perbaikan jembatan yang tampak di lokasi. Arus kendaraan pun masih bergerak normal, sementara kepastian mengenai kapan pekerjaan dimulai masih menunggu informasi dari pelaksana proyek.

Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan. Namun, hingga kini belum ada kepastian resmi mengenai jadwal dimulainya pekerjaan.

"Belum ada kepastian mengenai jadwal dimulainya pekerjaan, kami masih menunggu informasi dari pihak yang mengerjakan perbaikan jembatan," kata Bambang, Selasa (22/9).

Dia memastikan akses jalan untuk sementara masih terbuka. "Dari Beatrix Lembang ke Parongpong masih bisa dilintasi kendaraan, begitupun sebaliknya," tambahnya.

Meski belum ada penutupan, persiapan menghadapi kemungkinan perubahan arus tetap dilakukan. Sejumlah jalur alternatif telah disiapkan untuk mengantisipasi apabila pekerjaan jembatan benar-benar dimulai dan Jalan Kolonel Masturi harus ditutup.

Jalur Gombong dan Sersan Bajuri disiapkan sebagai salah satu pilihan. Sementara itu, jalur Manoko di Desa Cikahuripan juga sudah dapat digunakan setelah pengerjaannya rampung dan diresmikan Bupati Bandung Barat.

Namun, tidak semua kendaraan dapat menggunakan jalur tersebut.

Manoko lebih direkomendasikan bagi kendaraan berukuran kecil. Kendaraan besar seperti mobil boks, truk, dan bus tetap diarahkan melalui jalur arteri utama karena keterbatasan kondisi jalan alternatif.

Persoalan lain muncul pada jalur Gombong.

Jalan tersebut memang masih menjadi pilihan, tetapi kondisinya belum ideal. Permukaan jalan yang rusak ditambah tanjakan cukup curam membuat kendaraan berisiko mengalami kendala ketika melintas.

(agus satia negara/gin)


Editor : Inilahkoran