Job Fair di Bekasi Berakhir Ricuh, Menaker Minta Sistem Rekrutmen Dibenahi

Kericuhan terjadi ketika ribuan pencari kerja memadati lokasi hingga menyebabkan kepadatan ekstrem. Bahkan, beberapa pelamar kerja dilaporkan pingsan akibat berdesak-desakan.

Job Fair di Bekasi Berakhir Ricuh, Menaker Minta Sistem Rekrutmen Dibenahi

INILAHKORAN - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya pemetaan risiko serta manajemen yang matang dalam pelaksanaan bursa kerja, menyusul insiden kericuhan pada Job Fair yang diselenggarakan Pemkab Bekasi di Gedung Convention Center President University, Cikarang Utara, Selasa (27/5).

"Kita akan evaluasi penyelenggaraannya. Penting untuk memetakan risiko sejak awal agar lebih tertib dan aman," ujar Menaker Yassierli dikutip dari Antara, Jumat 30 Mei 2025.

Kericuhan terjadi ketika ribuan pencari kerja memadati lokasi hingga menyebabkan kepadatan ekstrem. Bahkan, beberapa pelamar kerja dilaporkan pingsan akibat berdesak-desakan.

Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi sebelumnya mengumumkan tersedia lebih dari 2.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan, namun jumlah pencari kerja yang datang dilaporkan mencapai lebih dari 25.000 orang.

Yassierli menyatakan, situasi ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah pusat maupun daerah agar ke depannya pelaksanaan job fair dapat berjalan lebih baik.

"Kita butuh upaya ekstra dalam mengatur proses rekrutmen tenaga kerja. Harapannya, pelaksanaan berikutnya bisa lebih terorganisir dan nyaman bagi semua pihak," tambahnya.

Meskipun demikian, Menaker tetap mengapresiasi semangat penyelenggaraan job fair di berbagai daerah yang dinilai sebagai langkah positif dalam menurunkan angka pengangguran.

“Kita perlu terus mendukung kegiatan seperti ini, tapi pelaksanaannya harus terus dievaluasi dan ditingkatkan, khususnya dari sisi koordinasi dan pengawasan di tingkat daerah,” tutupnya.


Editor : Firda Rachmawati