Kades Gunung Putri Damanhuri Ubah Sampah Dari Masalah Menjadi Rupiah

Tagline buang sampah di tempatnya harus diganti menjadi memilah sampah harus dari rumah, sampah kini bukanlah masalah, tetapi malah menjadi rupiah.

Kades Gunung Putri Damanhuri Ubah Sampah Dari Masalah Menjadi Rupiah
Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menyebutkan, lahirnya Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri lahir dari viralnya video sampah di Rel Kereta Api Nambo pada Tahun 2020 lalu. (reza zurifwan)

INILAHKORAN, Bogor - Tagline buang sampah di tempatnya harus diganti menjadi memilah sampah harus dari rumah, sampah kini bukanlah masalah, tetapi malah menjadi rupiah.

Bagaimana caranya sampah jadi rupiah? Kepala Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri Rina Hatibie menuturkan bahwa sampah terdiri dari 60 jenis.

"Sampah ada 60 jenis, sampah logam dan  plastik yang termasuk anorganik dan sampah dan sampah sisa olahan dapur yang anorganik  Pilahlah sampah dari rumah, karena sampah pun bisa menjadi rupiah," tutur Rina Hatibie kepada wartawan, Minggu 10 Agustus 2025.

Rina Hatibie menuturkan, sampah logam dijual ke pengepul dengan harga yang paling tinggi.

Sedangkan, sampah plastik yang terdiri dari 25 macam dan sampah kertas yang terdiri dari 15 ragam memiliki nilai rupiah yang berbeda - beda.

Sampah yang tidak bisa diolah, kemudian menjadi bahan bakar tambahan atau Refuse Derived Fuel (RDF) untuk pabrik semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.

"Untuk sampah sisa olahan dapur, kita bisa olah menjadi bubur, lalu kita berikan ke larva lalat, lalu menjadi magot, dan berikutnya magot menjadi pakan ternak ikan ataupun ayam," tuturnya.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menyebutkan, lahirnya Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri lahir dari viralnya video sampah di Rel Kereta Api Nambo pada Tahun 2020 lalu.

Dimana, untuk membersihkan ratusan ton sampah tersebut, harus dibersihkan dengan menggunakan satu unit alat berat dan diangkut dengan 70 unit truk sampah.

"Sampah dulu jadi masalah, kini di Desa Gunung Putri  sampah diubah menjadi rupiah, karena kami sejak empat tahun lalu, sudah memiliki satu bank sampah induk dan 24 bank sampah tingkat RW dari total 46 RW. Sebentar lagi, sekolah - sekolah di Desa Gunung Putri, juga akan memiliki Bank Sampah dan menjadi mitra Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri," sebut Damanhuri.

Dengan prestasinya, mengubah sampah daru masalah menjadi rupiah. Damanhuri pun memenangkan penghargaan dari Kabupaten Bogor, Pemprov Jawa Barat dan beberapa Kementerian.

Pengolahan sampah di Desa Gunung Putri pun menjadi percontohan di Bumi Tegar Beriman, Bank Sampah Induk Mandiri Desa Gunung Putri pun kerap menjadi tempat study tiru dari kota, kabupaten maupun provinsi lainnya.


Editor : Doni Ramdhani