Kanada Apresiasi Peluncuran I-CAN, Perkuat Solusi Berbasis Alam yang Inklusif 

Kedubes Kanada untuk Indonesia mengapresiasi peluncuran I-CAN hasil kolaborasi antara IPB University dan University of Waterloo, Kanada. 

Kanada Apresiasi Peluncuran I-CAN, Perkuat Solusi Berbasis Alam yang Inklusif 
Secretary Development Embassy of Canada to Indonesia Maria Ramirez memaparkan, pemerintah Kanada bangga mendukung peluncuran I-CAN, yang mewujudkan kekuatan kemitraan IPB University dan University of Waterloo. (rizki mauludi)

INILAHKORAN.ID - Kedubes Kanada untuk Indonesia mengapresiasi peluncuran I-CAN hasil kolaborasi antara IPB University dan University of Waterloo, Kanada. 

I-CAN dikukuhkan karena banyak kesamaan yang dimiliki antara Indonesia dengan Kanada, salah satunya Indonesia terdiri dari 17.000 pulau dan Kanada juga punya belasan ribu pulau sampai 50.000 pulau.

Secretary Development Embassy of Canada to Indonesia Maria Ramirez memaparkan, pemerintah Kanada bangga mendukung peluncuran I-CAN, yang mewujudkan kekuatan kemitraan IPB University dan University of Waterloo. 

"Dukungan kami mencerminkan komitmen mendalam Kanada terhadap aksi iklim global dan pengelolaan lingkungan. Melalui I-CAN, kami tidak hanya mendanai penelitian, tapi kami memperkuat kapasitas Indonesia untuk memperkuat solusi berbasis alam yang inklusif dan didukung sains," kata Maria.

Selain itu, pihaknya pun mendorong pertumbuhan ekonomi hijau, melindungi serta merestorasi ekosistem penting juga meningkatkan ketahanan iklim untuk tahun-tahun mendatang.

Sementara itu, Project Director FINCAPES-University of Waterloo Bill Duggan memaparkan, FINCAPES hadir bukan hanya untuk membawa keahlian Kanada ke Indonesia, tetapi untuk membangun ruang belajar bersama. University of Waterloo berkomitmen pada riset iklim dan NbS kelas dunia. 

"Dari Indonesia kami juga belajar bagaimana sains, komunitas, dan budaya dapat berpadu dalam mengelola lanskap. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika dua negara 
berbagi pengetahuan dan keunggulan, kami dapat menciptakan solusi NbS yang kuat dan tahan lama," terangnya.

Bill memaparkan, mengenai hubungan antara Indonesia dan Kanada, sebenarnya memiliki banyak kesamaan. Indonesia memang hanya dua musim, Kanada mungkin beda. Seperti yang  diketahui, Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, tapi mungkin banyak yang belum mengetahui Kanada juga belasan ribu pulau juga sampai 50.000 pulau. 

"Lalu, kami juga memiliki berbagai banyak tantangan yang kurang lebih sama. Dalam hal perubahan iklim, tentu saja ini bukan masalah yang hanya menimpa satu negara saja, tapi juga merupakan masalah di seluruh dunia," paparnya.


Editor : Doni Ramdhani