Trump Klaim Perusahaan Kanada Berbondong-bondong Pindah ke AS di Tengah Perang Tarif
Donald Trump mengklaim perusahaan Kanada berbondong-bondong memindahkan usaha ke AS di tengah perang tarif dan ketegangan perdagangan kedua negara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim perusahaan-perusahaan Kanada mulai berbondong-bondong memindahkan kegiatan usaha mereka ke AS di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara kedua negara.
Trump menyampaikan klaim tersebut melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Minggu (30/8).
"Perusahaan-perusahaan Kanada berbondong-bondong masuk ke Amerika Serikat. Kami ingin membuat mobil sendiri dan sebagainya. Itulah yang akan terjadi," tulis Trump.
Presiden AS itu juga menegaskan bahwa Kanada selama ini dinilai telah merugikan Amerika Serikat. Ia menyatakan hubungan Ekonomi kedua negara akan diubah secara mendasar.
Namun, belum ada informasi pasti mengenai perusahaan Kanada yang disebut telah memulai rencana relokasi maupun besaran modal yang akan dipindahkan ke AS.
Dalam unggahan lainnya, Trump secara langsung menyerukan perusahaan-perusahaan Kanada yang saat ini menjalankan bisnis di negara tersebut untuk memindahkan operasional mereka ke Amerika Serikat.
Ia bahkan menjanjikan perusahaan yang melakukan relokasi tidak akan dikenai Tarif.
"Biarkan semua perusahaan Kanada yang berbisnis dengan Amerika pindah ke Amerika Serikat, segera," tulis Trump.
Trump juga menyatakan tidak lagi menginginkan kendaraan maupun komponen asal Kanada berada di pasar AS. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki hubungan perdagangan kedua negara.
Pernyataan Trump muncul setelah AS menerapkan Tarif sebesar 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar 20 miliar dolar AS pada 22 Agustus.
Trump juga mengarahkan penerapan Tarif 50 persen terhadap seluruh mobil, truk dan baja Kanada mulai 1 Januari 2027.
Trump beralasan kebijakan tersebut diperlukan untuk mengatasi defisit perdagangan AS yang disebut mencapai lebih dari 60 miliar dolar AS.
Ia berulang kali mendorong produsen untuk memindahkan kegiatan operasional ke Amerika Serikat dengan iming-iming mendapatkan Tarif nol.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menolak pendekatan perdagangan yang dilakukan pemerintahan Trump.
Carney menyebut Tarif baru yang diberlakukan AS sebagai sebuah "salah perhitungan" dan menilai kebijakan tersebut merupakan upaya untuk "menyakiti dan memecah belah" Kanada.
Ia menegaskan Kanada akan menghadapi tekanan perdagangan tersebut dan menyebut hubungan dagang kedua negara sedang berada dalam situasi serius.
Kanada kemudian mengumumkan rencana pemberlakuan Tarif balasan terhadap impor AS senilai 20 miliar dolar AS.
Tarif balasan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada 8 September.
Ketegangan tersebut menambah tekanan terhadap hubungan Ekonomi AS dan Kanada yang selama ini memiliki keterkaitan erat, terutama dalam sektor otomotif, baja dan perdagangan lintas batas.***
Editor : JakaPermana

