Survei Reuters: Hanya Sepertiga Warga AS Dukung Serangan Militer Trump ke Iran
Survei Reuters/Ipsos menunjukkan hanya sepertiga warga AS mendukung serangan militer ke Iran.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Dukungan publik Amerika Serikat terhadap operasi militer ke Iran terus melemah. Hasil Survei terbaru Reuters/Ipsos menunjukkan hanya sekitar sepertiga warga AS yang masih mendukung kampanye militer terhadap Iran, sementara mayoritas menilai Presiden Donald Trump belum mampu menjelaskan tujuan konflik tersebut.
Survei yang dirilis pada Senin (27/7/2026) itu mencatat hanya 33 persen responden yang mendukung aksi militer AS terhadap Iran. Angka tersebut menjadi tingkat dukungan terendah sejak konflik memasuki fase terbaru.
Sebaliknya, sebanyak 69 persen responden menilai Presiden Trump gagal memberikan penjelasan yang memadai mengenai tujuan Amerika Serikat dalam konflik dengan Iran.
Jajak pendapat Reuters/Ipsos dilakukan pada 23–25 Juli 2026 terhadap 1.246 responden dewasa di seluruh Amerika Serikat dengan margin of error sekitar tiga persen.
Dukungan Publik Terus Menurun
Hasil survei itu menunjukkan meningkatnya keraguan masyarakat terhadap kebijakan luar negeri Washington di Timur Tengah, terutama setelah konflik kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.
Rendahnya tingkat dukungan publik dinilai dapat menjadi tantangan politik bagi pemerintahan Trump, terutama apabila operasi militer terus berlanjut tanpa adanya perkembangan diplomatik yang signifikan.
Konflik AS-Iran Kembali Memanas
Ketegangan kembali meningkat setelah Presiden Donald Trump pada 8 Juli 2026 menyatakan bahwa gencatan senjata yang sebelumnya disepakati dengan Iran tidak lagi berlaku.
Tak lama berselang, militer Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan terhadap target di Iran.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyebut operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas aksi Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia.
Iran Balas Serang Pangkalan AS
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Iran juga menuduh Washington telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya menjadi dasar penghentian sementara konflik.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap potensi meluasnya konflik di kawasan serta dampaknya terhadap stabilitas keamanan global dan pasar energi dunia.***
Editor : JakaPermana

