Tol Cipayung Depok Diyakini Dongkrak Investasi dan Lahirkan Pusat Ekonomi Baru

Pemkot Depok optimistis pembangunan Tol Cipayung selesai 2027 mampu mempercepat investasi, mengurai kemacetan, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Tol Cipayung Depok Diyakini Dongkrak Investasi dan Lahirkan Pusat Ekonomi Baru
alan Tol Cinere-Jagorawi (Cijago) seksi II (Jalan Raya Bogor-Kukusan) Kota Depok, Jawa Barat./antarafoto

INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kota (Pemkot) Depok optimistis pembangunan akses Tol Cipayung akan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi baru di wilayah timur Kota Depok. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, proyek tersebut diyakini mampu menarik lebih banyak investasi dan membuka peluang usaha baru.

Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan kawasan Cipayung sebenarnya telah berkembang pesat dari sisi aktivitas ekonomi. Namun, keterbatasan akses jalan masih menjadi kendala utama yang menghambat pertumbuhan kawasan tersebut.

"Proyek pembangunan Tol Cipayung diyakini mampu mempercepat pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kota Depok," kata Supian Suri di Depok, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, keberadaan akses tol baru akan meningkatkan konektivitas sekaligus mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat menuju berbagai wilayah di Jabodetabek.

Untuk mendukung operasional Tol Cipayung, Pemkot Depok menyiapkan peningkatan infrastruktur pendukung, terutama melalui pelebaran Jalan Muhidin dan Jalan Garuda yang akan menjadi jalur utama menuju pintu tol.

Langkah tersebut dilakukan agar keberadaan jalan tol tidak memunculkan titik kemacetan baru di kawasan sekitar akses masuk dan keluar tol.

"Cipayung sudah tumbuh perekonomiannya, hanya saja salah satu kendalanya adalah akses jalan untuk sampai wilayah Cipayung," ujar Supian.

Supian mengungkapkan pembangunan lanjutan ruas Tol Sawangan menuju Bogor masih menyisakan sekitar empat kilometer. Pada ruas tersebut akan dibangun akses Tol Cipayung sebagai pintu masuk dan keluar kendaraan.

Pihak pengelola jalan tol menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan pada 2027.

"Kalau kita lihat target dari pihak pengelola tol, 2027 sudah selesai proses pembangunan empat kilometer itu. Berarti kita juga harus ada percepatan dan berkomitmen untuk pembebasan lahannya," katanya.

Pemkot Depok pun berkomitmen mempercepat proses pembebasan lahan agar pekerjaan konstruksi tidak mengalami keterlambatan.

Selain mengurai kemacetan, Tol Cipayung diproyeksikan menjadi magnet bagi investor yang ingin mengembangkan kawasan komersial, perumahan, maupun pusat bisnis di Kota Depok.

Menurut Supian, percepatan pembangunan infrastruktur akan memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus memperkuat daya saing Kota Depok sebagai daerah tujuan investasi.

Ia menegaskan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi faktor penting agar manfaat proyek dapat segera dirasakan masyarakat.

Saat ini Kota Depok telah memiliki jaringan jalan tol yang menghubungkan berbagai wilayah strategis di Jabodetabek.

Dari arah utara hingga selatan, mobilitas masyarakat didukung oleh Tol Depok–Antasari (Desari), sedangkan konektivitas timur ke barat dilayani Tol Cinere–Jagorawi (Cijago).

Dengan hadirnya akses Tol Cipayung, jaringan transportasi di Kota Depok diharapkan semakin terintegrasi sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta menciptakan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di wilayah tersebut.***


Editor : JakaPermana