Dedi Mulyadi Minta Warga Maklumi Debu dan Macet Akibat Pembangunan Jabar

Dedi Mulyadi meminta warga memahami dampak sementara pembangunan infrastruktur di Jabar, mulai dari debu hingga kemacetan.

Dedi Mulyadi Minta Warga Maklumi Debu dan Macet Akibat Pembangunan Jabar
istimewa

INILAHKORAN.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta masyarakat memahami berbagai dampak sementara yang muncul akibat masifnya Pembangunan Infrastruktur di sejumlah daerah.

Debu, Kemacetan, hingga terganggunya aktivitas warga disebut menjadi konsekuensi selama proses pembangunan berlangsung.

Karena itu, Dedi menyampaikan apresiasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pekerjaan pembangunan Jalan dan penataan kawasan yang tengah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh warga Jabar yang memberikan supporting terhadap pembangunan di Provinsi Jawa Barat yang hari ini masif di berbagai tempat. Dan saya mohon maaf ya, ada keluhan di Pasteur, ada pembangunan trotoar dan pembangunan jalan," ujar Dedi, Rabu (30/9/2026).

Menurut Dedi, keluhan mengenai debu di sejumlah titik proyek merupakan dampak aktivitas konstruksi yang berlangsung pada musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering membuat material pekerjaan lebih mudah menyebar ke lingkungan sekitar.

"Ada keluhan debu dan sejenisnya. Ya karena memang musim kemarau. Kemudian pembangunan terus dilakukan, pasti ada dampaknya," ucapnya.

Selain debu, pembangunan jalan juga berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas di sejumlah kawasan. Dedi menjelaskan, pengerjaan jalan beton yang dilakukan secara bertahap mengharuskan sebagian ruas jalan ditutup sementara.

Kondisi tersebut kemudian memicu kepadatan kendaraan di sekitar lokasi proyek.

"Ada kemacetan di berbagai tempat karena bangun jalan sebelah-sebelah menggunakan beton. Pasti menimbulkan kemacetan. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf," katanya.

Meski demikian, Dedi menegaskan berbagai ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat tersebut bersifat sementara. Ia berharap hasil pembangunan nantinya dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Semoga seluruh keluh kesah hari ini nanti terjawab dengan hasil pembangunan yang memuaskan semua pihak," ucapnya.

Dedi Mulyadi Soroti Kebiasaan Buang Sampah Warga Depok

Selain persoalan pembangunan infrastruktur, Dedi Mulyadi turut menyinggung masalah Kebersihan lingkungan di Kota Depok.

Ia meminta para lurah tidak mudah menyerah dalam mengedukasi masyarakat agar lebih disiplin menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Menurut Dedi, mengubah kebiasaan masyarakat yang telah berlangsung lama membutuhkan waktu, kesabaran, serta keterlibatan berbagai elemen.

"Saya sampaikan juga buat Pak Lurah di Kota Depok, mohon sabar ya Pak. Merubah kultur masyarakat dari jorok menjadi bersih, buang sampah pada tempatnya juga bukan perkara yang mudah," ujarnya.

Ia menilai, upaya membangun kesadaran lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar tumbuh rasa tanggung jawab masyarakat terhadap kebersihan wilayah tempat tinggal.

"Kita harus terus kerja keras merubah karakter warga untuk memiliki kepekaan dan kasih sayang pada lingkungan," tutupnya.***


Editor : JakaPermana