Viral Video Pesta Sabu di Rutan Depok: Pegawai Ditindak, Napi Dipindah

Viral di media sosial rekaman video terkait dugaan pesta narkoba para narapidana di salah satu Rutan kawasan Depok

Viral Video Pesta Sabu di Rutan Depok: Pegawai Ditindak, Napi Dipindah
Ilustrasi pesta narkoba

INLAHKORAN.ID - Sebuah video yang memperlihatkan sekelompok pria diduga Narapidana  salah satu Rutan di  Depok asyik berjoget dan berpesta narkoba jenis sabu viral di media sosial. Pihak berwenang mengonfirmasi insiden tersebut dan langsung mengambil langkah tegas.

Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak sejumlah pria berkumpul di dalam sebuah ruangan tertutup. Mereka terlihat asyik berjoget diiringi dentuman musik yang kencang layaknya di tempat hiburan.

Tak hanya berjoget, salah satu pria dalam rekaman tersebut tampak santai memegang botol yang diduga kuat sebagai alat pengisap sabu alias bong. Narasi video yang beredar menyebutkan bahwa lokasi kejadian tersebut berada di dalam Rutan wilayah Depok.

Menanggapi insiden ini, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Jabar, Yudi Suseno, membenarkan adanya penyelidikan yang sedang berlangsung. Ia menegaskan pihaknya langsung mengambil langkah hukum.

Yudi mengungkapkan, ada oknum pegawai rutan yang diduga terseret dalam kasus ini. Oknum tersebut kini telah dilaporkan ke pihak kepolisian.

"Penanganannya dari hasil pemeriksaan yang masih berjalan. Untuk pegawainya yang terkait, dari kemarin Karutan sudah buat LP (Laporan Polisi) dan sedang ditindaklanjuti," ujar Yudi Suseno saat dikonfirmasi, Senin (5/10/2026).

Tindakan tegas tak hanya diberikan kepada oknum pegawai. Para warga binaan pemasyarakatan (WBP) alias narapidana yang terekam ikut dalam pesta narkotika tersebut juga dipindahkan.

"Untuk warga binaannya sudah digeser ke lapas lain," ungkapnya.

Lebih lanjut, Yudi memastikan bahwa ia tidak akan memberikan toleransi sedikit pun terhadap peredaran narkoba di dalam lapas maupun rutan. Ia juga meminta dukungan dari masyarakat terkait upaya bersih-bersih ini.

"Pokoknya kita tidak main-main," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti