Modus Sembunyi Narkoba di Pembalut Terbongkar di Rutan Bandung

Percobaan penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Kelas I Bandung kembali terungkap. Seorang perempuan yang hendak melakukan kunjungan warga binaan kedapatan membawa paket sabu dan pil diduga ekstasi yang disembunyikan di tubuhnya, termasuk di dalam pembalut yang dikenakan. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025) saat layanan kunjungan tatap muka sedang berlangsung.

Modus Sembunyi Narkoba di Pembalut Terbongkar di Rutan Bandung
Percobaan penyelundupan narkotika ke dalam Rutan Kelas I Bandung kembali terungkap. Seorang perempuan yang hendak melakukan kunjungan warga binaan kedapatan membawa paket sabu dan pil diduga ekstasi yang disembunyikan di tubuhnya, termasuk di dalam pembalut yang dikenakan. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025) saat layanan kunjungan tatap muka sedang berlangsung.

INILAHKORAN, Bandung — Percobaan penyelundupan narkotika ke dalam rutan Kelas I Bandung kembali terungkap. Seorang perempuan yang hendak melakukan kunjungan warga binaan kedapatan membawa paket sabu dan pil diduga ekstasi yang disembunyikan di tubuhnya, termasuk di dalam pembalut yang dikenakan. Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu (26/11/2025) saat layanan kunjungan tatap muka sedang berlangsung.

Kepala rutan Kelas I Bandung, Mashuri Alwi, mengatakan aksi tersebut terdeteksi ketika pemeriksaan di pintu utama dilakukan terhadap 25 pengunjung pada sesi keenam kunjungan. Salah satu petugas penggeledahan wanita melihat adanya pergerakan mencurigakan dari pelaku setelah pemeriksaan pertama dilakukan.

“Barangnya tidak terlihat dalam pemeriksaan awal, tetapi gerak-geriknya membuat petugas harus melakukan penggeledahan ulang,” ujar Mashuri.

Pada pemeriksaan lanjutan, petugas menemukan tiga klip kecil berisi sabu serta dua perangkat bong yang disimpan di pakaian. Namun kecurigaan petugas tak berhenti di situ. Pelaku mengaku sedang menstruasi, sehingga petugas meminta penggantian pembalut dengan pengawasan untuk memastikan tidak ada apa pun yang disembunyikan.

“Penggantian pembalut disaksikan langsung oleh petugas untuk menjamin pemeriksaan benar-benar menyeluruh,” jelas Mashuri.

Dari proses itu, petugas kembali mendapati barang terlarang: satu paket sabu berukuran lebih besar dan satu paket pil berjumlah lima butir, yang diduga merupakan ekstasi. Seluruh temuan langsung diamankan, dan pelaku dibawa menuju ruang Kesatuan Pengamanan rutan (KPR) guna pemeriksaan lanjutan.

Ia menegaskan pihaknya terus memperkuat prosedur keamanan pada setiap layanan kunjungan untuk menutup celah penyelundupan narkoba maupun barang terlarang lainnya ke dalam rutan.

“Kami tingkatkan kewaspadaan pada penggeledahan, baik barang maupun badan. Ini komitmen kami dalam mencegah peredaran narkotika di rutan,” katanya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan menjaga lingkungan pembinaan tetap bersih dari narkoba.***


Editor : JakaPermana