Tips Menghindari Penipuan BLT, Kenali Modus Hoaks agar Bantuan Tidak Disalahgunakan
Maraknya informasi mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) di media sosial turut dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Maraknya informasi mengenai Bantuan Langsung Tunai (BLT) di media sosial turut dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.
modus yang paling sering digunakan adalah menyebarkan tautan palsu, meminta data pribadi, hingga mengatasnamakan petugas pemerintah demi memperoleh informasi sensitif dari masyarakat.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan hanya mengakses informasi melalui kanal resmi.
Kementerian Sosial (Kemensos) menegaskan bahwa pengecekan status penerima bantuan sosial dilakukan melalui kanal resmi, yakni situs Cek Bansos dan aplikasi resmi "Cek Bansos".
Pemerintah tidak pernah meminta masyarakat mengirimkan data pribadi melalui pesan WhatsApp, Telegram, maupun media sosial.
modus penipuan BLT yang Sering Terjadi
Beberapa modus yang perlu diwaspadai antara lain:
1. Tautan (link) palsu yang mengatasnamakan BLT atau bansos dan meminta korban mengisi data pribadi.
2. Pesan WhatsApp berisi pendaftaran BLT melalui nomor pribadi yang mengklaim sebagai petugas pemerintah.
3. Permintaan biaya administrasi agar bantuan dapat dicairkan lebih cepat.
4. Permintaan kode OTP, PIN, atau password dengan alasan verifikasi data penerima.
5. Akun media sosial palsu yang mengatasnamakan instansi pemerintah dan menawarkan bantuan tunai.
tips menghindari penipuan BLT
Agar terhindar dari praktik penipuan, masyarakat disarankan untuk:
1. Selalu mengecek informasi melalui kanal resmi pemerintah.
2. Jangan pernah memberikan PIN, password, kode OTP, atau data rekening kepada siapa pun.
3. Jangan mengklik tautan yang dikirim melalui pesan berantai tanpa memastikan keasliannya.
4. Pastikan alamat situs yang dikunjungi adalah situs resmi pemerintah untuk pengecekan bansos.
5. Abaikan pihak yang meminta biaya administrasi atau menjanjikan percepatan pencairan bantuan karena penyaluran bansos tidak dipungut biaya.
Selain itu, masyarakat juga disarankan menggunakan koneksi internet yang aman saat mengakses layanan pemerintah dan memastikan perangkat selalu diperbarui guna mengurangi risiko pencurian data pribadi.
Laporkan Jika Menemukan Dugaan penipuan
Apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan BLT atau bantuan sosial, masyarakat sebaiknya tidak langsung menindaklanjuti. Simpan bukti percakapan, jangan memberikan data pribadi, lalu laporkan kepada instansi terkait atau aparat penegak hukum apabila ditemukan indikasi penipuan. Pemerintah juga terus mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terjebak informasi palsu.***
Editor : JakaPermana

