Trump Bantah AS Kekurangan Amunisi, Klaim Stok Rudal dan Senjata Sangat Besar
Donald Trump membantah laporan kekurangan amunisi AS. Ia menegaskan stok rudal dan senjata sangat besar di tengah sorotan penggunaan Patriot dan THAAD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, membantah laporan yang menyebut negaranya mengalami kekurangan stok amunisi. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat masih memiliki persediaan amunisi dalam jumlah sangat besar dan terus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan militer.
Melalui unggahan di media sosial Truth Social pada Kamis (6/8/2026), Trump menyatakan stok amunisi Amerika Serikat tetap melimpah, terutama untuk sejumlah jenis persenjataan tertentu.
"AS memiliki persediaan amunisi dalam jumlah yang sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu. Selain itu, sejumlah besar amunisi terus diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan," tulis Trump.
Pernyataan tersebut muncul setelah laporan The Washington Post menyebut Trump meminta penjelasan kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengenai dugaan kekurangan rudal dalam rapat kabinet yang berlangsung di Camp David awal pekan ini.
Namun, laporan tersebut langsung dibantah oleh Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, yang menyebut informasi tersebut tidak benar.
Selain membantah isu kekurangan amunisi, Trump juga menyoroti kebocoran informasi dari internal pemerintahan. Ia memperingatkan bahwa pihak yang membocorkan informasi rahasia dapat menghadapi hukuman penjara dalam waktu yang lama.
Pentagon Ajukan Tambahan Anggaran
Sebelumnya, pada 24 Juni, Gedung Putih mengajukan permintaan kepada Kongres untuk tambahan anggaran sebesar 87,6 miliar dolar AS. Dari jumlah tersebut, sekitar 67,15 miliar dolar AS dialokasikan untuk Pentagon.
Sebagian besar dana tambahan itu direncanakan untuk menutupi biaya operasi militer Amerika Serikat, termasuk kampanye militer terhadap Iran.
CSIS Soroti Menipisnya Stok Rudal
Meski Gedung Putih membantah adanya krisis amunisi, laporan dari Center for Strategic and International Studies pada akhir Juli menunjukkan penggunaan rudal pertahanan udara Amerika Serikat meningkat tajam.
CSIS memperkirakan militer AS telah menggunakan lebih dari 1.500 rudal untuk sistem pertahanan udara Patriot serta sekitar 200 rudal pencegat untuk sistem Terminal High Altitude Area Defense.
Menurut lembaga tersebut, tingginya penggunaan rudal tersebut berpotensi menyebabkan berkurangnya stok amunisi strategis Amerika Serikat secara signifikan.
Meski demikian, hingga kini pemerintah AS tetap menegaskan bahwa kapasitas produksi industri pertahanan nasional mampu memenuhi kebutuhan militer dan menjaga kesiapan pertahanan negara.***
Editor : JakaPermana


