Iran Tak Rencanakan Putaran Baru Perundingan dengan AS di New York

Delegasi Iran disebut tidak berencana menggelar putaran baru perundingan dengan AS di New York dan masih menunggu tanggapan Washington.

Iran Tak Rencanakan Putaran Baru Perundingan dengan AS di New York
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID - Delegasi Iran tidak berencana menggelar putaran perundingan baru dengan perwakilan Amerika Serikat (AS) di New York, demikian dilaporkan kantor berita IRNA dengan mengutip seorang sumber.

Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyebut perwakilan negaranya telah berkomunikasi dengan pihak AS melalui Qatar di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.

" Tidak ada rencana untuk putaran pembicaraan baru dengan pihak AS dalam agenda perwakilan Iran. Menteri luar negeri akan kembali ke Iran pada Selasa (29/9) setelah menyelesaikan agenda yang telah dijadwalkan," kata sumber tersebut kepada IRNA.

Sumber itu mengatakan Iran masih menunggu tanggapan AS terkait proposal yang telah disampaikan Teheran melalui para perantara.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menjelaskan bahwa Teheran telah menyampaikan kepada Washington, melalui perantara, rencana untuk membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari.

Laporan Reuters pada 22 September menyebut seorang pejabat senior Iran mengatakan Teheran siap membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari jika AS mengurangi tekanan militer dan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Delegasi Iran yang berada di New York disebut memiliki kewenangan untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi dengan AS.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya telah menolak proposal Iran tersebut. Namun, Araghchi pada Sabtu malam mengatakan Iran masih menunggu tanggapan final AS melalui para perantara terkait proposal Teheran mengenai Selat Hormuz.

Di sisi lain, Trump pada 22 September mengatakan komunikasi antara AS dan Iran masih berlangsung. Ia menyebut kedua negara masih berbicara dan mengatakan penyelesaian antara Washington dan Teheran pada akhirnya dapat tercapai.

Perkembangan tersebut berlangsung di tengah Sidang Majelis Umum PBB di New York yang menjadi salah satu ruang diplomasi antara kedua negara melalui jalur langsung maupun perantara.***


Editor : JakaPermana