Netanyahu dan Kepala Militer Israel Dikabarkan Berselisih soal Iran

Netanyahu membantah laporan perselisihan dengan Kepala Militer Israel Eyal Zamir terkait operasi terhadap Iran menjelang pemilu Israel 27 Oktober.

Netanyahu dan Kepala Militer Israel Dikabarkan Berselisih soal Iran
Ilustrasi

INILAHKORAN.ID– Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel Eyal Zamir dikabarkan berselisih mengenai rencana operasi militer yang berpotensi memicu konfrontasi dengan Iran menjelang pemilu parlemen Israel pada 27 Oktober 2026.

Laporan Channel 12 Israel pada Minggu (25/10/2026) menyebut Zamir meminta pembahasan lebih terperinci serta otorisasi hukum tertulis dari pimpinan politik sebelum melaksanakan instruksi operasi yang belum diungkapkan kepada publik.

Menurut laporan tersebut, sejumlah sumber militer mengkhawatirkan operasi itu dapat berkembang menjadi konfrontasi langsung dengan Iran dan memicu salah perhitungan di tengah situasi politik yang sensitif. Kekhawatiran lain yang dilaporkan adalah kemungkinan isu keamanan Iran dimanfaatkan untuk kepentingan elektoral.

Namun, Netanyahu membantah adanya perselisihan dengan Zamir. Dalam wawancara dengan Channel 14 pada Minggu, ia menegaskan tidak terjadi konfrontasi antara dirinya dan kepala militer Israel. 

Netanyahu Bantah Ada Perselisihan dengan Kepala Militer

Netanyahu menolak laporan yang menyebut dirinya berselisih dengan Zamir terkait instruksi operasi militer terhadap Iran. Pejabat politik Israel juga membantah tuduhan bahwa ketegangan dengan Teheran sengaja dimanfaatkan untuk kepentingan kampanye menjelang pemilu.

Channel 12 tidak mengungkapkan rincian operasi yang dipersoalkan maupun memastikan apakah rencana tersebut berkaitan dengan kemungkinan serangan baru terhadap Iran.

Dalam wawancara yang sama, Netanyahu mengatakan telah memerintahkan badan intelijen Mossad dan militer Israel untuk mengupayakan penggulingan pemerintahan Iran.

Meski demikian, belum ada konfirmasi bahwa instruksi tersebut berkaitan langsung dengan operasi militer yang menjadi pokok laporan perselisihan antara Netanyahu dan Zamir. 

Isu Nuklir Iran Mengemuka Menjelang Pemilu Israel

Isu program nuklir Iran menjadi salah satu topik utama dalam pernyataan Netanyahu menjelang pemungutan suara. Ia mengklaim Iran kembali melanjutkan program nuklirnya dan menggambarkan ancaman tersebut sebagai persoalan yang menyangkut kelangsungan hidup Israel.

Pada Minggu, Netanyahu juga membagikan gambar hasil kecerdasan buatan atau AI yang menggambarkan ledakan nuklir di atas Tel Aviv. Unggahan tersebut disertai peringatan mengenai risiko yang menurutnya akan muncul apabila Iran memperoleh senjata nuklir.

Gambar tersebut merupakan ilustrasi buatan AI, bukan dokumentasi peristiwa ledakan nuklir yang benar-benar terjadi di Tel Aviv.

Pernyataan Netanyahu itu memicu kritik dari sejumlah tokoh oposisi. Pemimpin oposisi Gadi Eisenkot dan Yair Golan menuduhnya menyebarkan ketakutan dan kepanikan menjelang pemilu. 

Operasi Militer Iran Jadi Sorotan Jelang Pemungutan Suara

Laporan mengenai dugaan perselisihan Netanyahu dan Zamir muncul sehari menjelang pemilu parlemen Israel yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (27/10/2026).

Channel 12 melaporkan bahwa kepala militer meminta pembahasan lebih mendalam dan dokumen otorisasi hukum tertulis sebelum menjalankan instruksi yang dimaksud. Namun, media tersebut tidak memublikasikan rincian sasaran maupun bentuk operasi yang direncanakan.

Di tengah situasi itu, pernyataan pemerintah, laporan media, serta kritik oposisi menunjukkan bahwa isu Iran menjadi bagian penting dari perdebatan keamanan nasional menjelang pemungutan suara.

Hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada konfirmasi independen mengenai rincian operasi yang dipersoalkan maupun bukti bahwa rencana itu secara khusus dirancang untuk memengaruhi hasil pemilu.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada keputusan pemerintah Israel, sikap kepemimpinan militernya, serta dinamika hubungan dengan Iran di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan kawasan Timur Tengah.***


Editor : JakaPermana