CENTCOM Klaim 95 Persen Kapal di Selat Hormuz Berlayar Aman
CENTCOM mengklaim lebih dari 95 persen kapal di Selat Hormuz berlayar aman dan lebih dari 3.000 kapal niaga telah dibantu melintasi jalur strategis tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan lebih dari 95 persen kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz berhasil berlayar dengan aman dalam beberapa bulan terakhir. Klaim tersebut disampaikan di tengah ketegangan kawasan Teluk dan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam pernyataan resminya pada Minggu (25/10/2026), CENTCOM menyebut sebagian besar pelayaran komersial tetap berlangsung aman meskipun menghadapi ancaman yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
"Dalam beberapa bulan terakhir, lebih dari 95 persen kapal yang melintasi Selat Hormuz berhasil berlayar dengan aman meskipun menghadapi agresi yang tidak beralasan dari IRGC," demikian pernyataan CENTCOM.
Komando militer AS tersebut menyatakan pasukannya terus bekerja sama dengan negara-negara mitra di kawasan Teluk untuk menjaga kelancaran pelayaran dan mendukung pengiriman minyak melalui jalur laut strategis itu.
CENTCOM Sebut Bantu 3.000 kapal niaga
CENTCOM melaporkan bahwa selama enam bulan terakhir, pasukan Amerika Serikat telah membantu lebih dari 3.000 kapal niaga melintasi Selat Hormuz.
Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyebut upaya pengamanan tersebut sebagai bagian dari kerja sama dengan mitra regional dan industri pelayaran.
"Kami terus bahu-membahu bersama mitra-mitra Teluk kami dan industri pelayaran," ujar Cooper saat melakukan kunjungan ke jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut CENTCOM, upaya pengamanan itu juga mendukung kegiatan ekspor minyak mentah dari negara-negara kawasan Teluk. Komando tersebut mengklaim telah membantu mitra regional mengekspor lebih dari 1,5 miliar barel minyak mentah sejak sekitar Juni 2026.
Angka tersebut menggambarkan besarnya kepentingan ekonomi Selat Hormuz, yang menjadi salah satu jalur utama pengiriman energi dunia.
AS Klaim Bersihkan Ranjau Laut di Selat Hormuz
CENTCOM menyatakan peningkatan keamanan pelayaran terjadi setelah pasukan Amerika Serikat melakukan pembersihan ranjau laut yang menurut pihak AS ditebar oleh IRGC di jalur pelayaran internasional.
Ranjau laut dapat mengancam kapal dagang, tanker minyak, dan kapal lain yang melewati perairan tersebut. Gangguan terhadap jalur ini juga berpotensi meningkatkan biaya asuransi pelayaran, memperpanjang waktu pengiriman, dan memengaruhi harga energi global.
Meski demikian, klaim mengenai tingkat keselamatan pelayaran dan pembersihan ranjau tersebut merupakan keterangan dari pihak militer AS. Penilaian independen diperlukan untuk memastikan kondisi keamanan aktual di seluruh jalur pelayaran Selat Hormuz.
Selat Hormuz Jadi Titik Strategis Konflik AS-Iran
Selat Hormuz merupakan jalur laut penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur ini digunakan untuk mengangkut minyak mentah serta produk energi dari sejumlah negara produsen di kawasan Teluk menuju pasar internasional.
Karena perannya yang strategis, setiap gangguan keamanan di Selat Hormuz dapat berdampak terhadap perdagangan global, terutama pasokan minyak dan biaya transportasi energi.
Pengamanan jalur tersebut menjadi salah satu titik gesekan utama dalam konflik Iran yang, menurut naskah sumber, pecah pada akhir Februari 2026 setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Konflik tersebut dilaporkan belum sepenuhnya terselesaikan meskipun gencatan senjata dan nota kesepahaman untuk merumuskan perjanjian damai final telah disepakati.
Dalam situasi tersebut, keamanan pelayaran di Selat Hormuz tetap menjadi perhatian negara-negara kawasan, perusahaan pelayaran, dan pasar energi global. Kelancaran lalu lintas kapal menjadi faktor penting untuk menjaga distribusi minyak dan mengurangi risiko gangguan terhadap perdagangan internasional.***
Editor : JakaPermana
