AS Alihkan 103 Kapal Komersial di Tengah Blokade terhadap Iran

CENTCOM menyebut pasukan AS telah mengalihkan 103 kapal komersial dalam pelaksanaan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

AS Alihkan 103 Kapal Komersial di Tengah Blokade terhadap Iran
ilustrasi/net

INILAHKORAN.IDAmerika Serikat (AS) telah mengalihkan haluan 103 kapal komersial sebagai bagian dari pelaksanaan blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyampaikan informasi tersebut melalui akun resminya pada Selasa (15/9/2026).

“Per 15 September, pasukan AS telah mengubah haluan 103 kapal komersial guna memastikan kepatuhan,” tulis CENTCOM di X.

Sebelumnya, CENTCOM mengumumkan pada 13 Juli bahwa pasukan AS akan kembali memberlakukan blokade terhadap lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. blokade tersebut mulai diberlakukan kembali pada 14 Juli.

Menurut CENTCOM, kebijakan tersebut diterapkan terhadap kapal yang melakukan pelayaran menuju atau dari pelabuhan Iran. Dalam periode sebelumnya, militer AS juga menyatakan telah mengalihkan lebih dari 140 kapal dan menonaktifkan sembilan kapal yang disebut tidak mematuhi blokade.

Ketegangan AS-Iran kembali meningkat setelah kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani pada Juni mengalami keretakan. Pada 8 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan tersebut telah berakhir setelah kembali terjadi serangkaian serangan dan ketegangan terkait pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Sebelumnya, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman pada 17 Juni yang mencakup perpanjangan gencatan senjata serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Amerika Serikat kemudian menghentikan blokade maritimnya pada 18 Juni sebagai bagian dari kesepakatan tersebut.

Namun, situasi kembali memburuk setelah muncul serangkaian insiden terhadap kapal komersial yang melintas di kawasan Selat Hormuz. Washington menyatakan serangan terhadap pelayaran komersial menjadi salah satu alasan dilanjutkannya operasi militer terhadap Iran.

Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam ketegangan tersebut karena merupakan jalur penting bagi perdagangan energi dan pelayaran internasional.

Di tengah konflik yang kembali meningkat, kebijakan blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus menjadi salah satu sumber ketegangan antara Washington dan Teheran, sementara aktivitas pelayaran di kawasan tersebut tetap menghadapi risiko keamanan.***


Editor : JakaPermana