Trump Minta Negara yang Tak Bantu AS di Selat Hormuz Bayar Ganti Rugi

Donald Trump meminta negara yang tidak membantu AS dalam situasi Selat Hormuz membayar ganti rugi setelah konflik AS-Iran berakhir.

Trump Minta Negara yang Tak Bantu AS di Selat Hormuz Bayar Ganti Rugi
istimewa

INILAHKORAN.ID-Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan negara-negara yang tidak membantu AS dalam menghadapi situasi di sekitar Selat Hormuz seharusnya membayar ganti rugi kepada pemerintah Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial miliknya, Truth Social, saat konflik AS dan Iran masih berlangsung.

"Minyak mengalir melalui Selat Hormuz. Negara-negara di dunia, yang sama sekali tidak membantu kami, seharusnya, dan akan, mengganti rugi kepada Amerika Serikat ketika konflik yang penuh tipu daya ini berakhir," kata Trump.

Trump menyoroti pentingnya Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur utama distribusi energi dunia. Menurut dia, negara-negara yang memperoleh manfaat dari jalur tersebut juga semestinya ikut menanggung dampak konflik.

Konflik AS-Iran Ganggu Pelayaran di Selat Hormuz

Konflik antara AS dan Iran bermula setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari.

Serangan tersebut kemudian memicu aksi balasan dari Iran.

Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak sepenuhnya mengakhiri konflik karena kedua pihak kembali melancarkan serangan.

Hingga kini, konflik tersebut masih belum terselesaikan.

Eskalasi ketegangan juga berdampak terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Lalu lintas kapal melalui jalur strategis tersebut dilaporkan nyaris terhenti.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur penting bagi pasokan Energi Global, termasuk Minyak mentah, produk Minyak bumi, dan gas alam cair (LNG).

Gangguan terhadap jalur tersebut kemudian memberikan tekanan terhadap pasar energi dunia dan mendorong kenaikan harga bahan bakar di sejumlah besar negara.

Pernyataan Trump mengenai kompensasi tersebut muncul di tengah upaya berbagai pihak mencari jalan keluar untuk meredakan konflik dan menjaga kelancaran pasokan Energi Global.***


Editor : JakaPermana