AS Tolak Beri Dukungan Udara ke Arab Saudi dalam Konflik dengan Houthi

Amerika Serikat dilaporkan menolak memberikan dukungan udara kepada Arab Saudi dalam konflik dengan kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah utara Yaman.

AS Tolak Beri Dukungan Udara ke Arab Saudi dalam Konflik dengan Houthi
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Amerika Serikat dilaporkan menolak memberikan dukungan udara kepada Arab Saudi dalam konflik dengan kelompok Houthi yang menguasai sebagian wilayah utara Yaman.

Menurut laporan Financial Times yang mengutip sejumlah sumber pada Selasa, Riyadh sebelumnya meminta perlindungan udara dari Washington. Namun, Amerika Serikat disebut tidak bersedia melakukan intervensi karena saat ini fokus pada konflik dengan Iran.

Meski demikian, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat tetap menjalin komunikasi dengan Arab Saudi.

Sebelumnya, Axios melaporkan bahwa Trump menolak permintaan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman Al Saud untuk melancarkan serangan terhadap Houthi di Yaman.

Sementara itu, CNN yang mengutip sejumlah sumber melaporkan bahwa lebih dari 100 penasihat militer Amerika Serikat telah tiba di Arab Saudi untuk membantu Riyadh dalam kampanye militernya melawan Houthi.

Konflik Arab Saudi dan Houthi Meningkat

Situasi di Yaman dilaporkan mulai meningkat pada pertengahan Juli setelah pasukan pro-pemerintah menyerang Bandara Sana'a ketika sebuah pesawat dari Iran yang membawa delegasi pemimpin Houthi sedang melakukan pendaratan.

Houthi kemudian menuduh Arab Saudi berada di balik serangan tersebut. Kelompok itu selanjutnya menyatakan perang terhadap Arab Saudi dan menuntut pencabutan blokade di sekitar wilayah yang mereka kuasai.

Dalam sepekan terakhir, Houthi juga dilaporkan mencatat kemajuan signifikan di wilayah barat daya dan barat Yaman.

Kelompok tersebut disebut berhasil merebut sejumlah wilayah di pesisir Laut Merah serta beberapa permukiman di sekitar Selat Bab el-Mandeb, termasuk pelabuhan penting Mokha.

Perkembangan tersebut menambah kompleksitas konflik di Yaman, terutama karena kawasan Laut Merah dan Bab el-Mandeb merupakan jalur strategis bagi pelayaran internasional.

Sementara itu, fokus Amerika Serikat terhadap konflik dengan Iran disebut menjadi salah satu pertimbangan Washington dalam merespons permintaan dukungan militer dari Arab Saudi.***


Editor : JakaPermana