Iran dan Oman Sepakati Jalur Aman Pelayaran di Selat Hormuz

ran dan Oman menyepakati koordinat jalur aman pelayaran di Selat Hormuz dan akan menyampaikan informasinya kepada badan internasional.

Iran dan Oman Sepakati Jalur Aman Pelayaran di Selat Hormuz
ran dan Oman menyepakati koordinat jalur aman pelayaran di Selat Hormuz dan akan menyampaikan informasinya kepada badan internasional.

INILAHKORAN.ID - Iran dan Oman menyepakati koordinat jalur pelayaran yang dinilai aman bagi kapal yang masuk dan keluar melalui Selat Hormuz.

Kesepakatan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, sebagaimana dilaporkan media Iran Press TV pada Kamis (8/10/2026).

Baghaei mengatakan kedua negara juga telah menyepakati mekanisme untuk menyampaikan informasi mengenai jalur tersebut kepada badan internasional yang berwenang. Langkah tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Kesepakatan ini menjadi perkembangan terbaru dalam upaya Iran dan Oman mengatur keselamatan pelayaran di salah satu jalur laut strategis dunia.

Iran dan Oman Bahas Jalur Pelayaran Aman

Iran dan Oman sebelumnya telah melakukan serangkaian konsultasi terkait mekanisme pelayaran aman di Selat Hormuz.

Kedua negara merupakan negara pantai yang berbatasan dengan selat tersebut. Pada Juni 2026, Oman dan Iran juga membentuk komite bersama untuk membahas pengelolaan Selat Hormuz, termasuk kerja sama di bidang navigasi dan layanan maritim.

Baghaei menyebut koordinasi antara Teheran dan Muscat mengenai jalur aman telah menghasilkan kesepakatan mengenai koordinat geografis rute pelayaran.

Aktivitas Pelayaran Selat Hormuz Terganggu Konflik

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur utama transportasi energi dunia. Gangguan keamanan di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir berdampak terhadap aktivitas pelayaran.

Data terbaru menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz masih berada pada tingkat rendah. Pada 6 Oktober, hanya tujuh kapal komoditas yang tercatat melintas, sementara arus minyak mentah melalui selat tersebut turun menjadi sekitar 10,1 juta barel per hari atau sekitar 74 persen dari volume sebelum konflik.

Serangkaian serangan terhadap kapal tanker juga meningkatkan risiko pelayaran. Reuters melaporkan sedikitnya 12 insiden serangan, percobaan serangan, atau gangguan terhadap kapal tanker tercatat pada 28 September hingga 5 Oktober.

Selat Hormuz Jadi Jalur Penting Energi Dunia

Sebelum konflik, Selat Hormuz menjadi jalur yang dilalui sekitar seperlima pengiriman minyak dunia. Selat tersebut juga merupakan jalur penting bagi perdagangan gas alam cair (LNG).

Gangguan pelayaran melalui kawasan tersebut turut meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Harga minyak juga kembali mengalami kenaikan pada Kamis (8/10/2026) di tengah kekhawatiran gangguan pasokan akibat meningkatnya serangan terhadap kapal tanker di kawasan Teluk dan Selat Hormuz.

Iran dan Oman Siapkan Pemberitahuan Internasional

Kesepakatan mengenai jalur aman tersebut belum berarti seluruh risiko pelayaran di Selat Hormuz telah berakhir.

Organisasi Maritim Internasional (IMO) sebelumnya menyatakan pengaturan rute dan keselamatan navigasi merupakan tanggung jawab negara-negara pantai. Dalam kondisi saat ini, kapal harus berkoordinasi dengan otoritas terkait sebelum menentukan jalur pelayaran.

Iran dan Oman kini akan menyampaikan informasi mengenai koordinat jalur yang telah disepakati kepada badan internasional terkait sebagai bagian dari mekanisme pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.***


Editor : JakaPermana