SNT 8 Cianjur Buka Peluang Tekan Angka Anak Tidak Sekolah
SNT 8 Cianjur menerima 80 siswa SMP dan SMA. Program ini diharapkan membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah dan meningkatkan IPM sektor pendidikan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, berharap kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 8 Cianjur dapat membantu menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) sekaligus meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya pada sektor pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Cianjur, Ruhli Solehudin, mengatakan program SNT tidak hanya dikembangkan di wilayah utara, tetapi diharapkan dapat menjangkau wilayah selatan. Dengan demikian, pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Cianjur.
Menurut Ruhli, tahap awal SNT 8 Cianjur menyelenggarakan pendidikan jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Pengembangan jenjang sekolah dasar (SD) juga dimungkinkan pada masa mendatang sesuai kebutuhan dan kebijakan pemerintah.
" Dari proses tersebut sebanyak 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA dinyatakan lolos untuk mengikuti pembelajaran di SNT 8 Cianjur, di mana Kabupaten Cianjur menjadi salah satu daerah yang menjadi generasi pertama penyelenggaraan SNT di Jawa Barat," katanya.
Sebanyak 80 siswa tersebut terdiri atas 40 siswa SMP dan 40 siswa SMA yang lolos melalui proses pendaftaran dan seleksi berbasis komputer.
Pembelajaran SNT 8 Cianjur Berlangsung di Sekolah Transit
Untuk sementara, kegiatan pembelajaran SNT 8 Cianjur berlangsung di sekolah transit yang berlokasi di Kampus Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Pertanian atau Vedca Cianjur, Kecamatan Karangtengah.
Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan sambil menunggu pembangunan fasilitas permanen yang direncanakan mulai akhir Oktober atau awal November 2026.
Ruhli menyatakan Disdikpora Cianjur siap mendukung pelaksanaan program tersebut sesuai kewenangan dan peraturan yang berlaku. Dukungan mencakup aspek sarana dan prasarana, tenaga pendidik, serta kebutuhan siswa sesuai ketentuan perundang-undangan.
Pemkab Cianjur berharap keberadaan sekolah tersebut dapat memperluas kesempatan belajar sekaligus mendukung pemerataan mutu pendidikan di daerah.
SNT Jadi Model Pendidikan Terintegrasi SMP dan SMA
Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur, Joko Ahmad Julifan, menjelaskan Sekolah Nasional Terintegrasi merupakan program sekolah unggulan nonasrama yang diproyeksikan menjadi pusat pengembangan mutu pendidikan di daerah.
Pada tahun ajaran 2026/2027, terdapat 17 sekolah yang beroperasi dalam program SNT. SNT 8 Cianjur menjadi salah satu sekolah yang berlokasi di lingkungan Kampus BBPPMPV Pertanian.
Berbeda dari sekolah pada umumnya, SNT mengintegrasikan jenjang SMP dan SMA dalam satu sistem tata kelola. Model tersebut mencakup pembelajaran, pengembangan talenta, pembinaan karakter, serta penjaminan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Meskipun berada dalam satu kawasan terpadu, siswa SNT tidak diwajibkan tinggal di asrama. Penggabungan dua jenjang pendidikan itu dirancang untuk mengoptimalkan pembelajaran, pengembangan kompetensi guru, pembinaan minat dan bakat siswa, serta pemanfaatan fasilitas pendidikan.
"Melalui program SNT diharapkan dapat memberikan kesempatan lebih setara bagi anak-anak Indonesia agar dapat belajar, tumbuh, mengembangkan minat dan bakat, serta menggapai masa depan yang lebih baik," kata Joko.
Kurikulum SNT Padukan Nasional, Internasional, dan STEM
Widyaprada Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Jawa Barat, Ade Sunawan, mengatakan pembelajaran di SNT didukung kurikulum yang memadukan kurikulum nasional, adaptasi kurikulum internasional, serta pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).
Pendekatan STEM mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika dalam proses pembelajaran. Metode ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kemampuan mereka.
Menurut Ade, penerapan kurikulum tersebut diharapkan mampu membentuk peserta didik yang unggul, dengan dukungan proses seleksi berbasis komputer untuk menjaring siswa yang sesuai dengan kriteria program.
Kehadiran SNT 8 Cianjur diharapkan menjadi salah satu upaya memperluas akses terhadap pendidikan bermutu, mengembangkan potensi peserta didik, dan mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Cianjur.
Meski demikian, dampak program terhadap penurunan angka Anak Tidak Sekolah dan peningkatan IPM perlu dilihat melalui evaluasi pelaksanaan serta data pendidikan pada periode berikutnya.***
Editor : JakaPermana
