Kapal Tanker Terbakar Usai Hantam Ranjau di Selat Hormuz, IRGC Keluarkan Peringatan
IRGC melaporkan kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau di Selat Hormuz. Identitas kapal dan jumlah korban belum diketahui.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan terbakar setelah menghantam ranjau laut di bagian selatan Selat Hormuz, Minggu malam (18/10) waktu setempat. Informasi tersebut disampaikan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan insiden itu dengan mengutip pernyataan Angkatan Laut IRGC. Ledakan disebut menghantam ruang mesin kapal ketika tanker tersebut berupaya meninggalkan jalur perairan strategis itu.
Menurut pernyataan IRGC, kapal tanker tersebut telah menonaktifkan seluruh sistem pemosisian dan navigasinya sejak awal pelayaran. Kapal itu juga disebut berupaya menggunakan jalur selatan yang dianggap Iran sebagai rute tidak resmi.
Angkatan Laut IRGC menuding kapal tersebut melanggar peraturan maritim yang berlaku untuk pelayaran melalui Selat Hormuz.
Pasukan Iran itu memperingatkan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan kawasan Teluk agar tidak menonaktifkan sistem navigasi maupun sistem identifikasi. IRGC menyatakan kapal yang melakukan tindakan tersebut dapat menghadapi langkah tegas.
Namun, pernyataan yang dikutip Fars tidak menyebutkan identitas kapal tanker tersebut. Informasi mengenai kemungkinan korban jiwa dan tingkat kerusakan kapal juga belum disampaikan.
Serangkaian Insiden Kapal Tanker di Selat Hormuz
Insiden terbaru itu menyusul laporan mengenai sejumlah kejadian serupa di Selat Hormuz.
Pada Sabtu (17/10), Angkatan Laut IRGC menyatakan sebuah kapal supertanker yang membawa lebih dari 2 juta barel minyak mentah menghantam ranjau laut dan terbakar ketika berupaya melintasi selat melalui jalur yang disebut tidak diizinkan.
Sehari sebelumnya, pasukan Iran juga melaporkan sebuah kapal tanker lain menghantam ranjau, sehingga memicu ledakan dan kebakaran.
Meski demikian, rincian mengenai identitas kapal, lokasi pasti kejadian, serta kemungkinan keterkaitan antara insiden-insiden tersebut belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.
Ketegangan Iran-AS Mengancam Jalur Pelayaran
Serangkaian insiden itu terjadi di tengah ketegangan militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Berdasarkan kronologi dalam laporan awal, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah di kawasan tersebut.
Konflik itu juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia. Iran disebut secara efektif membatasi pelayaran melalui selat tersebut, sementara Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
AS dan Iran selanjutnya disebut menandatangani nota kesepahaman pada Juni mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Namun, pelaksanaannya terhenti akibat perbedaan pandangan terkait keamanan jalur perairan tersebut.
Situasi ini membuat keselamatan kapal komersial dan kelancaran distribusi minyak melalui Selat Hormuz menjadi perhatian. Meski demikian, penyebab setiap insiden kapal tanker dan status operasional jalur pelayaran perlu dipastikan melalui keterangan resmi dari pihak terkait.***
Editor : JakaPermana
