Trump Klaim AS Kuasai Hampir Sepenuhnya Selat Hormuz

Donald Trump mengklaim AS memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz dan menyebut arus minyak melalui jalur strategis itu melonjak.

Trump Klaim AS Kuasai Hampir Sepenuhnya Selat Hormuz
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

INILAHKORAN.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan minyak dunia.

Trump mengatakan arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir bahkan mencapai level tertinggi sepanjang sejarah jalur perairan tersebut.

“Kami memiliki kendali hampir sepenuhnya atas Selat Hormuz. Bahkan, dalam tiga hari terakhir, lebih banyak minyak keluar melalui Selat Hormuz dibandingkan kapan pun dalam sejarah Selat Hormuz,” kata Trump pada Rabu (30/9) dalam perayaan Bulan Warisan Hispanik.

Trump juga kembali menegaskan bahwa kemampuan militer Iran telah mengalami kerusakan besar akibat konflik yang berlangsung sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari 2026.

“Kami akan memenangkan perang itu dengan sangat cepat, dengan cara apa pun,” ujar Trump.

Konflik AS dan Iran telah berlangsung selama berbulan-bulan dan berdampak terhadap lalu lintas energi global. Selat Hormuz menjadi salah satu titik utama dalam konflik tersebut karena merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas.

Upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik juga masih berlangsung. Pada Juni 2026, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang antara lain mengatur penghentian operasi militer serta pembukaan kembali Selat Hormuz bagi lalu lintas kapal komersial. Namun, kesepakatan tersebut kemudian gagal bertahan dan ketegangan kembali meningkat.

Pada akhir September, Iran kembali mengajukan proposal gencatan senjata selama tujuh hari yang mencakup pembukaan Selat Hormuz. Reuters melaporkan bahwa Iran telah menerima tanggapan AS melalui mediator Qatar terkait proposal tersebut, sementara pembicaraan mengenai urutan langkah untuk meredakan konflik masih berlangsung.

Klaim Trump mengenai meningkatnya arus minyak melalui Selat Hormuz muncul di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.***


Editor : JakaPermana