Terlalu Lama Main Internet Picu Stres dan Mudah Marah, Ini Cara Mengatasinya

Studi terbaru mengungkap penggunaan internet berlebihan berkaitan dengan stres, suasana hati memburuk, dan produktivitas menurun. Simak cara mengatasinya.

Terlalu Lama Main Internet Picu Stres dan Mudah Marah, Ini Cara Mengatasinya
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Kebiasaan menghabiskan waktu terlalu lama di internet ternyata tidak hanya membuat waktu terbuang, tetapi juga dapat berdampak pada kesehatan mental. Rasa mudah marah, stres berlebih, hingga menurunnya performa kerja maupun belajar disebut berkaitan dengan penggunaan internet yang berlebihan.

Sebuah studi terbaru dari Universitas Duisburg-Essen, Jerman, menemukan bahwa penggunaan internet secara berlebihan berkorelasi dengan meningkatnya tingkat stres, memburuknya suasana hati, serta terbengkalainya tanggung jawab dalam kehidupan nyata.

Para peneliti menjelaskan kondisi tersebut dapat menciptakan lingkaran setan. Saat seseorang merasa stres, cemas, atau sedih, dorongan untuk membuka media sosial maupun menjelajahi internet justru semakin besar. Namun, kebiasaan tersebut berpotensi memperburuk kondisi psikologis dan membuat seseorang semakin sulit melepaskan diri dari layar.

Mengapa Internet Berlebihan Bisa Memengaruhi kesehatan mental?

Ada sejumlah faktor yang membuat penggunaan internet secara berlebihan berdampak pada kondisi emosional seseorang.

Saat terlalu lama menatap layar ponsel atau komputer, tubuh cenderung kurang bergerak sehingga aktivitas fisik berkurang. Selain itu, paparan layar dalam waktu lama memberikan stimulasi terus-menerus kepada otak yang dapat memicu kelelahan mental.

Kebiasaan berpindah aplikasi dengan cepat, mulai dari membalas pesan, membuka email, hingga menonton video singkat secara bergantian, juga membuat konsentrasi mudah terpecah. Akibatnya, kemampuan fokus menurun dan otak bekerja lebih keras.

media sosial turut memberikan tantangan tersendiri. Lingkungan digital yang anonim sering memicu interaksi negatif, sementara kebiasaan membandingkan diri dengan kehidupan orang lain di media sosial dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu kecemasan.

Para ahli juga mengingatkan bahwa hubungan emosional yang sehat lebih mudah terbentuk melalui interaksi langsung dibandingkan komunikasi yang hanya berlangsung lewat layar.

Cara Mengatasi kecanduan internet

Para peneliti menilai penggunaan internet berlebihan memiliki pola yang mirip dengan kecanduan. Karena itu, diperlukan langkah sadar untuk mengendalikan kebiasaan tersebut.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

Kenali pemicunya. Perhatikan kapan keinginan membuka ponsel paling sering muncul, misalnya saat merasa stres, bosan, atau kesepian.
Terapkan aturan lima menit. Saat muncul dorongan membuka media sosial, tunda selama lima menit dan alihkan perhatian dengan mendengarkan musik, berjalan santai, membaca buku, atau melakukan peregangan.


Kurangi screen time secara bertahap. Tambahkan durasi bebas layar sedikit demi sedikit agar tubuh dan pikiran terbiasa.

Buat waktu bebas gawai. Luangkan waktu khusus bersama keluarga atau teman tanpa gangguan ponsel. Jika memungkinkan, matikan koneksi internet pada waktu tertentu, seperti saat akhir pekan atau sebelum tidur.


Perbanyak aktivitas di dunia nyata. Berolahraga, menikmati alam terbuka, mengikuti hobi, dan bersosialisasi secara langsung terbukti membantu meningkatkan kesehatan mental.


digital detox Bantu Pulihkan kesehatan mental

Mengurangi ketergantungan terhadap internet atau digital detox bukan berarti harus meninggalkan teknologi sepenuhnya. Tujuannya adalah menciptakan keseimbangan antara aktivitas digital dan kehidupan nyata.

Dengan membatasi waktu penggunaan internet, seseorang memiliki lebih banyak kesempatan untuk bergerak aktif, membangun hubungan sosial yang lebih bermakna, serta menikmati aktivitas yang dapat meningkatkan kebahagiaan dan kualitas hidup.***


Editor : JakaPermana