Kantongi Dana Hibah Rp2,16 Miliar, Unpad Akselerasi Program Dokter Desa Pemprov Jabar

Program Dokter Desa bakal diakselerasi Universitas Padjadjaran (Unpad), usai mengantongi dana hibah sebesar Rp2,16 miliar dari Pemprov Jabar.

Kantongi Dana Hibah Rp2,16 Miliar, Unpad Akselerasi Program Dokter Desa Pemprov Jabar
Kepala Dinas Kesehatan Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, total dana hibah yang dikucurkan senilai Rp2,16 miliar dimana salah satunya untuk program Dokter Desa. (yuliantono)

INILAHKORAN, Bandung - Program Dokter Desa bakal diakselerasi Universitas Padjadjaran (Unpad), usai mengantongi dana hibah sebesar Rp2,16 miliar dari Pemprov Jabar.

Total, dalam probream Dokter Desa itu sebanyak 40 dokter akan dikirimkan ke 40 desa yang dianggap masih bermasalah terkait kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar Raden Vini Adiani Dewi mengatakan, total dana hibah yang dikucurkan senilai Rp2,16 miliar dimana salah satunya untuk program Dokter Desa.

"Itu total. Program (Dokter Desa) ini di dalamnya," ujar Vini usai penandatanganan kerja sama program Dokter Desa di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis 31 Juli 2025.

Vini melanjutkan, program Dokter Desa ini merupakan gagasan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi yang ingin desa di Jawa Barat naik kelas.

"Pak Gubernur kan ingin desa itu baik dalam segala hal. Termasuk aspek kesehatan," ucapnya.

Sebab, masih banyak dinamika kesehatan yang terjadi di desa Jawa Barat, antaranya TBC, Angka Kematian Ibu (AKI) hingga persoalan stunting. 

Dari beberapa indikator itu, lalu dipilah 40 desa di tahap awal. Utamanya bagi desa yang sulit mengakses layanan kesehatan. 

"Jadi desa itu kan ada yang masalah prioritas. Misal soal AKI, atau TBC atau persoalan stunting," kata dia.

40 desa ini lanjut Vini, tersebar di 18 kabupaten/kota di Jabar. Antaranya Bogor, Sukabumi, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Kuningan, Cirebon, Majalengka, Indramayu, Bandung, Bandung Barat, Sumedang, Garut, Tasikmalaya, Ciamis dan Pangandaran. 

Vini menuturkan, dokter yang bakal diterjunkan memiliki kompetensi mumpuni untuk praktik. Peran mereka adalah membantu masyarakat dan fokus beberapa indikator yang telah ditetapkan. 

"Mereka itu sudah dokter. Dokter Umum," ucapnya.

Para dokter ini diharapkan dapat membantu mengatasi masalah kesehatan di 40 desa tersebut, tanpa harus bergantung dengan Puskesmas.

"Jadi tidak harus di puskesmas. Tapi yang jelas kehadirannya membantu peran Puskesmas," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani