Kapan Waktu yang Tepat untuk Ngemil agar Berat Badan Tetap Terjaga?

Ngemil sering dianggap sebagai kebiasaan yang harus dihindari ketika ingin menjaga berat badan. Padahal, camilan tidak selalu menjadi penyebab berat badan naik.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Ngemil agar Berat Badan Tetap Terjaga?
Camilan justru dapat membantu mencegah makan berlebihan jika dikonsumsi pada waktu yang tepat. (ilustrasi/net)

INILAHKORAN.ID - ngemil sering dianggap sebagai kebiasaan yang harus dihindari ketika ingin menjaga berat badan. Padahal, camilan tidak selalu menjadi penyebab berat badan naik. 

Menurut ahli gizi Lindsey DeSoto dikutip dari health.com, waktu terbaik untuk ngemil bukan ditentukan oleh jam tertentu, melainkan oleh rasa lapar, jarak antar waktu makan, dan jenis makanan yang dipilih. Camilan justru dapat membantu mencegah makan berlebihan jika dikonsumsi pada waktu yang tepat.

Secara umum, pertengahan pagi dan sore menjadi waktu yang cukup baik untuk ngemil, terutama jika jarak antara dua waktu makan mencapai empat hingga lima jam. Misalnya, seseorang yang sarapan pagi tetapi baru makan siang beberapa jam kemudian dapat mengkonsumsi camilan ringan agar tidak terlalu lapar. 

Hal yang sama berlaku pada sore hari ketika jarak makan siang dan makan malam cukup panjang. Menunggu sampai rasa lapar menjadi berlebihan justru dapat membuat seseorang makan lebih banyak dari yang dibutuhkan saat waktu makan berikutnya. Camilan juga bisa membantu sebelum atau setelah berolahraga jika tubuh membutuhkan tambahan energi dan waktu makan masih cukup lama.

Namun, ngemil pada malam hari perlu lebih diperhatikan. Makan camilan setelah makan malam tidak selalu buruk, terutama jika seseorang memang masih lapar karena makan malam terlalu awal atau asupan makanan sepanjang hari belum cukup. Masalahnya muncul ketika ngemil menjadi kebiasaan yang dilakukan karena bosan, stres, atau sambil menonton televisi dan bermain ponsel. 

Dalam kondisi tersebut, seseorang sering makan tanpa benar-benar memperhatikan jumlahnya. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa tubuh cenderung memproses makanan secara berbeda pada malam hari dibandingkan siang hari. Karena itu, kebiasaan makan larut malam yang dilakukan terus-menerus dapat menyulitkan pengaturan berat badan.

Jenis camilan juga tidak kalah penting. Camilan yang mengandung protein, serat, atau lemak sehat dapat membuat rasa kenyang bertahan lebih lama. Beberapa pilihan yang bisa dikonsumsi antara lain apel dengan selai kacang, yoghurt dengan buah, hummus dengan sayuran, kacang-kacangan, edamame, atau biskuit gandum dengan telur atau tuna. 
Sebaliknya, makanan seperti keripik, permen, kue, dan minuman manis cenderung tidak memberikan rasa kenyang dalam waktu lama. Bukan berarti makanan tersebut harus sepenuhnya dihindari, tetapi sebaiknya dikonsumsi sesekali dan dalam porsi yang wajar. Agar tidak makan berlebihan, camilan juga sebaiknya dipindahkan ke porsi kecil daripada langsung dimakan dari kemasan.

Sebelum mengambil camilan, ada baiknya berhenti sejenak dan bertanya, “Apakah saya benar-benar lapar?” Rasa perut kosong, energi menurun, tubuh terasa lemas, sulit berkonsentrasi, atau waktu makan berikutnya masih beberapa jam lagi dapat menjadi tanda bahwa tubuh memang membutuhkan makanan. 

Jika keinginan ngemil muncul karena bosan atau stres, cobalah minum air, berjalan sebentar, beristirahat, atau melakukan kegiatan lain. Jadi, menjaga berat badan bukan berarti harus berhenti ngemil. Yang lebih penting adalah mengenali rasa lapar, memperhatikan waktu makan, dan memilih camilan yang dapat membuat tubuh kenyang tanpa berlebihan.


Editor : Doni Ramdhani