Dua Tes Fisik Sederhana Ini Bisa Jadi Petunjuk Panjang Umur, Apa Saja?

Dua tes fisik sederhana, kekuatan genggaman dan berdiri dari kursi, dapat menjadi petunjuk kondisi kekuatan otot dan kesehatan lansia.

Dua Tes Fisik Sederhana Ini Bisa Jadi Petunjuk Panjang Umur, Apa Saja?
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID-Rahasia panjang umur ternyata tidak hanya berkaitan dengan pola makan dan gaya hidup. kekuatan otot dan kemampuan tubuh melakukan aktivitas sederhana juga dapat menjadi salah satu petunjuk penting mengenai kondisi kesehatan seseorang.

Sebuah studi terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open mengamati lebih dari 5.000 perempuan lanjut usia berusia 63–99 tahun selama delapan tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta dengan kekuatan otot yang lebih baik memiliki risiko kematian yang lebih rendah.

Peneliti menggunakan dua tes fisik sederhana untuk mengukur kekuatan fungsional tubuh, yakni tes kekuatan genggaman tangan dan tes berdiri dari kursi.

1. Tes Kekuatan Genggaman Tangan

Kekuatan genggaman atau handgrip strength dapat memberikan gambaran mengenai kondisi kekuatan tubuh secara keseluruhan. Tes ini juga berkaitan dengan fungsi sistem saraf dan kemampuan seseorang melakukan aktivitas sehari-hari.

Genggaman yang kuat dibutuhkan untuk berbagai aktivitas sederhana, seperti membuka tutup botol, membawa barang, memegang alat makan, hingga mengangkat benda.

Karena itu, penurunan kekuatan genggaman dapat menjadi salah satu tanda bahwa kekuatan otot mulai berkurang.

2. tes berdiri dari kursi

Tes berikutnya sangat sederhana. Seseorang diminta berdiri dari posisi duduk tanpa menggunakan bantuan tangan.

Kemampuan tersebut dapat menggambarkan kekuatan otot paha dan pinggul sekaligus keseimbangan tubuh.

Jika seseorang mulai kesulitan bangkit dari kursi tanpa bantuan tangan, kondisi tersebut dapat menjadi sinyal bahwa kekuatan otot dan fungsi fisiknya perlu mendapat perhatian.

Mengapa kekuatan otot Penting untuk Lansia?

Pakar kesehatan Dr. Leana Wen menjelaskan bahwa kekuatan otot fungsional dapat mencerminkan kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Otot yang kuat bukan hanya membantu seseorang tetap mandiri dan mengurangi risiko terjatuh. Aktivitas otot juga berperan dalam metabolisme gula darah dan dapat mendukung kesehatan jantung serta membantu menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik.

Menariknya, manfaat tersebut tidak berarti seseorang harus melakukan olahraga berat setiap hari. Aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara konsisten tetap dapat membantu mempertahankan kekuatan tubuh.

Massa Otot Menurun Seiring Bertambahnya Usia

Penurunan massa otot atau sarkopenia merupakan proses yang dapat terjadi secara alami seiring bertambahnya usia. Namun, berkurangnya kekuatan fisik bukan berarti tidak dapat dicegah atau diperbaiki.

Latihan beban ringan, push-up menggunakan dinding, berjalan, berkebun, hingga membawa barang belanjaan dapat menjadi bagian dari aktivitas untuk mempertahankan kekuatan otot.

Asupan protein yang cukup dan tidur berkualitas juga penting untuk mendukung pemeliharaan serta pemulihan otot.

Sulit Membuka Toples Bisa Jadi Tanda

Salah satu cara sederhana untuk menyadari adanya penurunan kekuatan otot adalah memperhatikan aktivitas sehari-hari.

Jika mulai mengalami kesulitan membuka tutup toples, membawa barang, menaiki tangga, atau bangkit dari kursi, jangan langsung menganggapnya sebagai bagian normal dari penuaan.

Kondisi tersebut dapat menjadi pengingat untuk mulai lebih memperhatikan kekuatan tubuh. Dengan aktivitas fisik yang sesuai, asupan nutrisi yang baik, dan kebiasaan hidup sehat, kekuatan otot masih dapat dilatih meski usia terus bertambah.

Catatan: Tes kekuatan genggaman dan berdiri dari kursi dapat menjadi indikator kebugaran fungsional, tetapi bukan alat untuk memastikan seseorang akan panjang umur. Hasil tes sebaiknya dilihat bersama kondisi kesehatan dan faktor risiko lainnya.***


Editor : JakaPermana