Ruth Sahanaya, Andien, dan Diskoria Hidupkan Nostalgia TPJF 2026

Ruth Sahanaya, Andien, dan Diskoria menghadirkan nostalgia dan energi baru dalam kemeriahan hari pertama TPJF 2026 di Bandung.

Ruth Sahanaya, Andien, dan Diskoria Hidupkan Nostalgia TPJF 2026
Penampilan Ruth Sahanaya, Andien, serta Diskoria di Kota Baru Parahyangan Stage, The Papandayan Hotel, Bandung, Sabtu (3/10/2028) sukses menghibur penonton pada hari pertama The Papandayan Jazz Fest. (Inilah/Gin gin T Ginulur)

INILAHKORAN.ID - Malam pertama The Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2026 menjadi ruang pertemuan antara nostalgia dan musik masa kini. Dua penampilan berbeda hadir di Kota Baru Parahyangan Stage, The Papandayan Hotel, Bandung, Sabtu (3/10/2026). 

Ruth Sahanaya menjadi salah satu penampil yang paling dinantikan. Ratusan penonton memenuhi area pertunjukan ketika diva Indonesia itu muncul dengan gaun merah.

“Memori” menjadi lagu pembuka. Ruth atau yang akrab disapa Mama Uthe tidak langsung menyuguhkan lagu-lagu hitsnya. Dia lebih dulu mengajak penonton menikmati sejumlah tembang lama yang membawa suasana nostalgia.

Penampilan tersebut sekaligus menandai babak baru perjalanan musik Ruth Sahanaya. Setelah hampir delapan tahun tidak merilis album solo, dia kembali melalui mini album Merindu.

Dua lagu dari karya terbaru itu diperkenalkan kepada penonton, yakni “Sempatkanlah Bertemu Walau Sebentar” dan “Pagi”. Dalam dua lagu tersebut, Ruth mencoba warna musik baru tanpa meninggalkan karakter vokalnya.

Setelah memperkenalkan karya terbaru, Ruth kembali ke lagu-lagu yang sudah dikenal penonton.

“Doa saya selalu untuk semua yang ada di tempat ini. Semuanya bersinar terus, TP Jazz bersinar terus,” ujar Ruth sebelum membawakan “Andaikan Kau Datang”.

Penonton pun ikut bernyanyi. Ruth beberapa kali berinteraksi dengan penonton, membuat suasana pertunjukan semakin hangat.

Lagu “Keliru”, “Astaga”, “Ingin Ku Miliki”, hingga “Bawa Daku Pergi” kemudian melengkapi penampilannya malam itu.

“Terima kasih, penonton semua. Terima kasih, The Papandayan Jazz Festival,” kata Ruth.

Setelah Ruth meninggalkan panggung, suasana berubah lebih dinamis. Sekitar pukul 21.30 WIB, Diskoria tampil bersama Andien sebagai penutup rangkaian hari pertama TPJF 2026 yang memasuki edisi ke-11.

Diskoria langsung membawa karakter musik elektronik mereka ke atas panggung. Andien membuka penampilan dengan “Naksir”, salah satu lagu dari album terbarunya, Sehidup Semusik, yang dirilis pada 26 Juni 2026.

“Selamat malam Papandayan Jazz Fest 2026. Selamat malam dari saya dan Diskoria,” sapa Andien.

Andien kemudian mengajak penonton menikmati lagu-lagu yang ringan dan menyenangkan. Dia juga kembali membawakan sejumlah lagu dari awal perjalanan kariernya, seperti “Milikmu Selalu” dan “Rindu Ini” yang dirilis pada 2005.

Tidak hanya lagu lama, Andien juga membawakan “Selamat Ulang Tahun” dari album INTONESIA. Lagu tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Laelimanino dan Bandung Jazz Orchestra.

Andien berharap lagu tersebut dapat menjadi alternatif untuk menemani perayaan ulang tahun, di tengah kuatnya ingatan masyarakat terhadap lagu “Selamat Ulang Tahun” milik Jamrud.

Menjelang akhir penampilan, Andien mengajak seluruh penonton bernyanyi bersama melalui “C.H.R.I.S.Y.E.”.

Suasana semakin meriah ketika Diskoria menyuguhkan medley lagu-lagu pop era 1990-an hingga 2000-an. “Berharap Tak Berpisah” milik Reza Artamevia hingga “Sinaran” dari Sheila Majid dikemas dengan aransemen elektronik bernuansa disko dan funky.

Perpaduan karakter vokal Andien dan musik elektronik Diskoria menjadi penutup yang kuat untuk hari pertama TPJF 2026. ***

 


Editor : Gin gin T Ginulur