Apa Faktor Risiko Diabetes: Genetik, Gaya Hidup, dan Pemicu Lainnya
Ketahui berbagai faktor risiko diabetes dari genetik, pola makan, hingga riwayat medis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Diabetes adalah kondisi medis kronis yang memengaruhi cara tubuh mengubah gula darah (glukosa) menjadi energi.
Tiga jenis diabetes yang paling umum meliputi Diabetes Tipe 1, Diabetes Tipe 2, dan Diabetes Gestasional.
Meskipun memiliki faktor risiko tidak serta-merta memastikan seseorang akan menderita diabetes, memahami berbagai pemicunya sangat penting untuk upaya pencegahan dan penanganan dini.
Jenis-Jenis Diabetes dan Faktor Risikonya
1. Diabetes Tipe 1
Diabetes Tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel pankreas, sehingga tubuh tidak dapat memproduksi insulin secara memadai.
Faktor Genetik dan Riwayat Keluarga: Risiko meningkat jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki kondisi ini.
Jika ayah menderita Tipe 1, risiko anak terkena adalah 1 dari 17.
Jika ibu menderita Tipe 1 di bawah usia 25 tahun, risiko anak adalah 1 dari 25 (turun menjadi 1 dari 100 jika ibu melahirkan di atas usia 25).
Jika kedua orang tua menderita Tipe 1, risiko meningkat menjadi 1 dari 10 hingga 1 dari 4.
Faktor Lingkungan: Infeksi virus tertentu pada usia dini atau tinggal di wilayah beriklim dingin diyakini berpotensi memicu timbulnya Diabetes Tipe 1 pada individu yang rentan secara genetik.
2. Diabetes Tipe 2
Pada Diabetes Tipe 2, tubuh masih memproduksi insulin, tetapi sel-sel tubuh menjadi kurang sensitif terhadapnya (resistensi insulin). Kondisi ini paling umum terjadi dan sangat berkaitan erat dengan faktor gaya hidup.
Obesitas dan Berat Badan Berlebih: Merupakan faktor risiko tunggal terbesar untuk Diabetes Tipe 2.
Kurangnya Aktivitas Fisik: Gaya hidup pasif (sedentary) menurunkan sensitivitas insulin dan memicu kenaikan berat badan.
Pola Makan Tidak Sehat dan Merokok: Konsumsi asupan tinggi gula, lemak jenuh, serta kebiasaan merokok memperbesar risiko gangguan metabolisme.
Riwayat Keluarga & Etnisitas: Genetik memegang peranan, di mana risiko lebih tinggi ditemukan pada kelompok ras/etnis tertentu seperti Asia, Afrika, dan Amerika Hispanik.
Usia: Risiko meningkat seiring bertambahnya usia, terutama setelah memasuki usia 45 tahun.
3. Diabetes Gestasional
Diabetes gestasional adalah lonjakan kadar gula darah tinggi yang terjadi selama masa kehamilan.
Faktor Risiko Utama: Riwayat keluarga dengan diabetes, kehamilan pada usia di atas 25 tahun, serta kelebihan berat badan sebelum hamil.
Dampak Jangka Panjang: Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional atau melahirkan bayi dengan berat di atas 4 kg memiliki risiko lebih tinggi menderita Diabetes Tipe 2 di kemudian hari.
Kondisi Medis yang Meningkatkan Risiko Diabetes
Beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat memperbesar potensi berkembangnya Diabetes Tipe 2 antara lain:
Prediabetes: Kadar gula darah di atas normal, namun belum memenuhi kriteria diagnosis diabetes penuh.
Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi): Tekanan darah di atas 130/80 mmHg.
Kadar Kolesterol dan Trigliserida Tinggi: Kadar trigliserida sama atau melebihi 250 mg/dL.
PCOS (Polycystic Ovary Syndrome): Gangguan hormon pada wanita yang sering berkaitan dengan resistensi insulin.
Acanthosis Nigricans: Kondisi kulit ditandai dengan area lipatan yang tampak menebal dan memgelap.
Mitos dan Fakta Seputar Risiko Diabetes
Salah satu miskonsepsi yang sering beredar adalah anggapan bahwa vaksinasi dapat menyebabkan diabetes. Berdasarkan bukti klinis dari lembaga kesehatan global seperti National Centre for Immunisation Research and Surveillance, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim bahwa vaksin menyebabkan diabetes.
Editor : Firda Rachmawati
