Sering Marah atau Cemas? Ini Hubungan Diabetes dan Perubahan Suasana Hati
Pelajari bagaimana penderita diabetes dapat mengalami mood swings akibat lonjakan gula darah dan cara tepat mengatasinya demi kesehatan mental Anda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - diabetes tidak hanya berdampak pada fisik dan tingkat gula darah, tetapi juga berpengaruh signifikan terhadap mental dan suasana hati (mood).
Penderita diabetes rentan mengalami perubahan emosi mendadak (mood swings), stres, bahkan kondisi kesehatan mental tertentu.
Penting bagi penyandang diabetes untuk memahami hubungan antara kadar gula darah dan emosi, serta cara menjaga kesejahteraan mental di tengah proses perawatan.
Bagaimana Gula Darah Memengaruhi Mood Swings?
Naik turunnya kadar gula darah secara drastis dapat secara langsung memengaruhi cara Anda merasa dan berinteraksi.
Gula Darah Rendah (Hipoglikemia):
Saat kadar gula darah turun di bawah rentang normal, seseorang bisa merasa gelisah, bingung, irritable (mudah marah/tersinggung), pusing, gemetar, lelah, hingga kehilangan koordinasi.
Gula Darah Tinggi (Hiperglikemia):
Sebaliknya, kadar gula darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan rasa lelah luar biasa, sulit berkonsentrasi, sering merasa haus, dan sering buang air kecil.
Menjaga kadar gula darah tetap stabil dalam rentang target harian sangat krusial untuk mencegah perubahan suasana hati yang ekstrem.
Stres dan Beban Mental diabetes (diabetes Burnout)
Mengelola penyakit kronis sepanjang hidup bisa memicu stres dan kejenuhan (burnout). Beban seperti rutinitas obat bulanan, perubahan gaya hidup, hingga biaya perawatan dapat terasa membebani.
Stres yang berlangsung lama dapat memicu peningkatan kadar gula darah, yang pada akhirnya memperburuk mood swings. Selain itu, stres berlebih membuat pasien kurang bersemangat dalam menjalankan pola makan sehat dan olahraga teratur.
Risiko Kecemasan dan Depresi
Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental:
Kecemasan (Anxiety): Hingga 50% penderita diabetes melaporkan sering merasakan gejala kecemasan, seperti jantung berdebar, gelisah, sulit tidur, atau mual.
Depresi: Penyandang diabetes memiliki risiko 2 hingga 3 kali lebih tinggi mengalami depresi dibanding populasi umum. Gejalanya meliputi kehilangan rasa tertarik pada aktivitas, perasaan hampa, lelah berkepanjangan, hingga perubahan pola tidur dan makan.
Tips Mengatasi Mood Swings dan Stres diabetes
Pahami Sinyal Emosi Anda: Jika sering merasa frustrasi atau kewalahan, ini bisa menjadi pertanda bahwa Anda memerlukan bantuan profesional atau penyesuaian rencana perawatan.
Terbuka kepada Orang Terdekat: Ceritakan apa yang Anda rasakan kepada keluarga atau sahabat agar mereka bisa memberikan dukungan emosional maupun praktis.
Bergabung dengan Komunitas: Berbagi cerita dengan sesama penderita diabetes dapat mengurangi rasa kesepian dan memberi ruang saling mendukung.
Lakukan Langkah Kecil: Selesaikan kendala harian secara bertahap agar tidak merasa overwhelmed.
Jadwalkan Waktu Luang: Pastikan untuk tetap meluangkan waktu melakukan hobi yang menyenangkan di luar rutinitas pengelolaan diabetes.
Editor : Firda Rachmawati

