Kapolda Jabar : Kolaborasi Lintas Sektoral, Penting Untuk Jaga Kamtibmas

Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki menegaskan kolaborasi lintas sektoral sangat penting untuk meningkatkan kamtibmas

Kapolda Jabar : Kolaborasi Lintas Sektoral, Penting Untuk Jaga Kamtibmas
Kapolda Jabar Irjen Pol Hengki (tengah)

INILAHKORAN.ID - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Hengki menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi lintas sektoral dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Jawa Barat.

Sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menghadapi dinamika keamanan yang semakin kompleks.

Ia mengatakan, pemeliharaan kamtibmas tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan kepolisian. Berbagai persoalan yang berkembang di masyarakat membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan keterlibatan bersama agar potensi gangguan dapat dideteksi serta ditangani sejak dini.

Penguatan kolaborasi tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai tantangan, mulai dari kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran disinformasi, perdagangan orang, peredaran narkotika, radikalisme, hingga potensi konflik sosial. Dinamika ekonomi, pemutusan hubungan kerja, perubahan harga kebutuhan pokok, bencana alam, serta pembangunan infrastruktur juga menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian bersama.

“Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat harus dilakukan melalui langkah-langkah yang terencana, responsif, dan berkelanjutan. Deteksi dini, pencegahan, serta sinergi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Hengki, Rabu (21/10/2026).

Menurutnya, kolaborasi lintas sektoral harus dibangun tidak hanya ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga melalui langkah pencegahan secara berkelanjutan. Kepolisian perlu membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak untuk mengetahui persoalan yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Melalui koordinasi tersebut, setiap pemangku kepentingan dapat mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya. Pemerintah daerah dapat memperkuat penanganan persoalan sosial, dunia usaha turut menjaga kondusivitas lingkungan kerja, sedangkan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan komunitas dapat membantu membangun kesadaran serta menjaga kerukunan.

Di tengah perkembangan teknologi, kolaborasi juga diperlukan dalam menghadapi berbagai ancaman di ruang digital. Polda Jabar terus mendorong penguatan patroli siber, pemantauan informasi, klarifikasi terhadap disinformasi, serta peningkatan kemampuan investigasi dengan melibatkan unsur terkait.

Selain itu, pemetaan wilayah rawan, kesiapsiagaan personel, patroli preventif, dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian dari langkah antisipasi yang perlu dilakukan secara terpadu.

Ia menegaskan pendekatan kolaboratif akan membuat upaya pemeliharaan kamtibmas menjadi lebih efektif karena setiap potensi persoalan dapat dikenali dari berbagai sisi.

“Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas keamanan. Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap potensi gangguan dapat direspons secara tepat dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan pendekatan yang humanis,” katanya.

Penguatan kolaborasi lintas sektoral tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polda Jawa Barat membangun sistem keamanan yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Kehadiran Polri diharapkan dapat menjadi penghubung berbagai pihak dalam mencegah persoalan sekaligus mencari solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Dengan sinergi yang semakin kuat antara Polri dan seluruh pemangku kepentingan, Polda Jabar berkomitmen menjaga Jawa Barat tetap aman, tertib, dan kondusif. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas sosial dan ekonomi secara aman dan berkelanjutan.


Editor : Ahmad Sayuti