Karhutla Gunung Ciremai, Dedi Mulyadi Targetkan Api Segera Padam

Dedi Mulyadi menargetkan karhutla Gunung Ciremai segera padam. Pemprov Jabar mengerahkan helikopter dan merencanakan pengadaan helikopter tahun depan. Salin met

Karhutla Gunung Ciremai, Dedi Mulyadi Targetkan Api Segera Padam
Dedi Mulyadi menargetkan karhutla Gunung Ciremai segera padam. Pemprov Jabar mengerahkan helikopter dan merencanakan pengadaan helikopter tahun depan. Salin met

INILAHKORAN.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menargetkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Ciremai segera berakhir. Setelah mengerahkan helikopter untuk pemadaman dari udara, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan langkah jangka panjang dengan merencanakan pengadaan helikopter pada tahun depan.

Dedi mengatakan, penanganan karhutla di Gunung Ciremai dilakukan melalui tiga strategi, yakni pemadaman manual oleh masyarakat, penyiraman air menggunakan helikopter atau water bombing, serta dukungan kondisi alam berupa turunnya hujan.

Menurut Dedi, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya mencegah penyebaran api. Warga dikerahkan untuk membuat parit dan memadamkan titik api secara langsung menggunakan peralatan sederhana.

“Penanganannya menggunakan tiga hal. Yang pertama adalah penanganan manual, menggerakkan rakyat membuat parit, memadamkan api secara langsung dengan menggunakan alat-alat tradisional,” kata Dedi dalam keterangannya, Sabtu (24/10/2026).

Selain penanganan manual, Pemprov Jabar mengoptimalkan pemadaman melalui udara. Helikopter dikerahkan untuk menyiramkan air ke sejumlah titik kebakaran yang membutuhkan penanganan.

Dedi menilai penggunaan helikopter menjadi salah satu langkah penting untuk mempercepat pemadaman. Dia memperkirakan Sabtu tersebut menjadi hari terakhir operasi water bombing, dengan catatan pelaksanaannya mampu mencapai hasil sesuai target.

“Hari ini adalah hari menurut saya terakhir helikopter water bombing akan terus melakukan kinerjanya, menyiram air di berbagai titik api. Saya pastikan saya akan memonitor langsung agar pelaksanaannya bisa berjalan efektif,” ucapnya.

Berharap Hujan Bantu Padamkan Api

Di luar upaya teknis tersebut, Dedi berharap hujan segera turun dan angin mereda untuk membantu proses pemadaman. Kondisi cuaca yang mendukung dinilai dapat memperbesar peluang api segera terkendali.

Dedi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari petugas di lapangan, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga unsur lainnya.

Pemprov Jabar Rencanakan Pengadaan Helikopter

Kebakaran di Gunung Ciremai turut menjadi perhatian Pemprov Jabar dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana serupa. Dedi mengungkapkan, pemerintah provinsi berencana memiliki helikopter sendiri pada tahun depan agar dapat merespons kebakaran hutan dengan lebih cepat.

“Tahun depan Pemprov Jabar ingin memiliki helikopter yang bisa menangani kebakaran hutan agar kita bisa siaga dalam setiap saat,” katanya.

Rencana tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan respons cepat Pemprov Jabar, terutama dalam menangani kebakaran di kawasan hutan dan pegunungan yang membutuhkan akses serta peralatan khusus.

Meski menargetkan operasi water bombing berakhir pada Sabtu, keberhasilan pemadaman tetap bergantung pada efektivitas penanganan di lapangan dan kondisi cuaca. Dedi menyatakan akan memantau langsung pelaksanaan operasi untuk memastikan upaya pemadaman berjalan optimal hingga api benar-benar terkendali.***


Editor : JakaPermana