Karyawan ADOR Dukung Komentar Kebencian Terhadap NewJeans, Fans Ungkap Budaya Kerja Toksik
Fans ungkap budaya kerja toksik usai menemukan karyawan ADOR yang mendukung komentar jahat terhadap NewJeans.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Nampaknya kontroversi ADOR dan NewJeans kini juga ikut merambat ke Karyawan agensi.
Kontroversi mencuat setelah penggemar melihat seorang karyawan ADOR diduga menyukai komentar kebencian yang menargetkan NewJeans pada unggahan Instagram terbaru grup tersebut.
Komentar tersebut menuduh para member NewJeans mengabaikan kontrak iklan mereka dengan OLENS dan mengkritik mereka karena tidak kembali ke HYBE. Salah satu komentar yang dilaporkan disukai oleh Staf berbunyi:
"Apakah NewJeans, yang praktis mengabaikan kontrak iklan mereka dan mogok kerja, menunjukkan usaha? Sepertinya mereka semua waras."
Tangkapan layar yang dibagikan di X dengan cepat menjadi viral dan memperbesar kemarahan penggemar.
Setelah ditegur oleh penggemar melalui forum daring dan media sosial, karyawan yang dimaksud menghapus biodata Instagram dan detail profilnya, sebelum akun tersebut tidak dapat diakses.
Pengguna lain di X mengunggah tangkapan layar dan menulis: “Dia menghapus semua biodata dan tautannya.”
Situasi ini langsung memicu reaksi keras terhadap ADOR, dengan banyak pihak mempertanyakan profesionalisme stafnya.
Para penggemar mengkritik perusahaan tersebut karena memperlakukan NewJeans dengan buruk dan membiarkan karyawannya menyebarkan komentar-komentar jahat di platform resmi.
Seorang penggemar berkomentar: "Jika NewJeans tidak kembali, karyawan ADOR akan kehilangan pekerjaan."
"Sebaliknya, mereka sibuk menyebarkan komentar-komentar jahat di Instagram resmi NewJeans."
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya pengawasan terhadap manajemen internal ADOR dan penanganannya terhadap aktivitas NewJeans.
Para penggemar berpendapat bahwa tindakan tersebut merusak kepercayaan antara grup dan pendukung mereka, yang semakin memicu frustrasi atas ketegangan yang sedang berlangsung dengan HYBE.
Kontroversi ini tetap menjadi topik yang sedang tren, dengan penggemar menuntut klarifikasi dari ADOR dan akuntabilitas mengenai perilaku staf.***
Editor : Irma Nurfajri
