Isi Kontrak dengan NewJeans Bocor, HYBE dan ADOR Membela Perjanjian Tersebut
HYBE dan ADOR membela isi perjanjian atau kontrak dengan para member NewJeans.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Saat ini isi kontrak antara agensi ADOR dengan para member NewJeans tengah jadi topik hangat.
Di mana media The New York Times menerbitkan sebuah artikel investigasi yang meneliti kontrak eksklusif asli antara NewJeans dengan ADOR, anak perusahaan HYBE.
Publikasi tersebut memperoleh salinan perjanjian dan meminta lima ahli hukum dan industri hiburan untuk meninjaunya, termasuk Roh Jong Eon, seorang pengacara hiburan asal Korea Selatan.
Investigasi baru terhadap kontrak eksklusif NewJeans dengan ADOR memunculkan pertanyaan tentang bagaimana agensi K-Pop menjalankan kendali atas para penampil muda, dengan klausul kontrak yang baru terungkap menunjukkan bahwa beberapa perlindungan yang ditujukan untuk para penghibur di bawah umur telah dihapus sebelum grup tersebut debut.
ADOR juga memiliki kendali penuh atas hak musik dan citra NewJeans hingga Juni 2029saat kontrak berakhir.
Tidak hanya itu perawatan yang dilakukan para peserta pelatihan sebelum debut dimasukan sebagai hutang para member.
Terungkap juga bahwa agensi menyarankan member yang masih di bawah umur saat itu untuk menjalankan prosedur operasi plastik.
Menanggapi penyelidikan tersebut, HYBE menegaskan bahwa kontrak-kontraknya sah secara hukum dan dinegosiasikan dengan itikad baik.
Perusahaan tersebut mengatakan bahwa perjanjian tersebut dirancang untuk melindungi baik para artis maupun investasi finansial besar yang telah dilakukan oleh agensi.
Perwakilan juga menekankan bahwa HYBE mematuhi undang-undang perlindungan anak dan berupaya menyediakan lingkungan yang aman bagi para artis untuk berlatih dan tampil.
HYBE selanjutnya membela denda pemutusan kontrak dengan alasan investasi sumber daya yang signifikan dalam mengembangkan NewJeans dan mendukung karier para membernya.
Perusahaan tersebut menegaskan bahwa biaya tersebut tidak melebihi standar industri.
Investigasi Times tidak membuktikan bahwa kontrak-kontrak tersebut ilegal, dan juga tidak membatalkan putusan pengadilan yang ada.
Sebaliknya, investigasi ini mengungkap isi kontrak yang sebenarnya kepada publik, memungkinkan pembaca untuk membandingkan ketentuan-ketentuan tersebut dengan perlindungan yang tercantum dalam perjanjian hiburan standar Korea Selatan.***
Editor : Irma Nurfajri

