Hak ADOR Atas Musik dan Citra NewJeans Diperpanjang hingga Juni 2029
Isi kontrak menyebutkan bahwa agensi ADOR memiliki hak atas musik dan citra girl grup NewJeans hingga Juni 2029.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Isi kontrak antara agensi ADOR dengan para member girl grup NewJeans kini terungkap.
Investigasi baru terhadap kontrak eksklusif NewJeans dengan ADOR memunculkan pertanyaan tentang bagaimana agensi K-Pop menjalankan kendali atas para penampil muda.
Di mana klausul kontrak yang baru terungkap menunjukkan bahwa beberapa perlindungan yang ditujukan untuk para penghibur di bawah umur telah dihapus sebelum grup tersebut debut.
Media The New York Times menerbitkan sebuah artikel investigasi yang meneliti kontrak eksklusif asli antara NewJeans dengan ADOR, anak perusahaan HYBE.
Publikasi tersebut memperoleh salinan perjanjian dan meminta lima ahli hukum dan industri hiburan untuk meninjaunya, termasuk Roh Jong Eon, seorang pengacara hiburan asal Korea Selatan.
Salah satu temuan kontrak yang paling mencolok berkaitan dengan apa yang terjadi setelah kontrak eksklusif para member berakhir.
Meskipun perjanjian tersebut akan tetap berlaku hingga Juni 2029 menyusul putusan pengadilan, Times menemukan bahwa ADOR dapat mempertahankan hak-hak tertentu jauh setelah hubungan kontraktual berakhir.
Berdasarkan ketentuan yang dilaporkan, ADOR dapat terus menjual musik NewJeans setelah perjanjian berakhir, sambil mengurangi bagian pendapatan yang diterima para member.
Terlebih lagi, perusahaan dapat mempertahankan hak abadi untuk menggunakan nama, foto, rupa, tulisan tangan, suara, dan elemen pengenal lainnya dari para member NewJeans.
Kabarnya, klausul tersebut mencakup potensi penggunaan yang melibatkan chatbot yang dihasilkan oleh AI dan klon suara.
Meskipun para member akan menerima kompensasi ketika kemiripan mereka digunakan, mereka belum tentu memiliki kendali atas di mana atau bagaimana wajah dan suara mereka ditampilkan.
The Times mencatat bahwa ketentuan-ketentuan ini melampaui rekomendasi pemerintah Korea Selatan, yang umumnya menyerukan agar hak-hak tersebut berakhir ketika kontrak eksklusif berakhir.***
Editor : Irma Nurfajri

