Kasus ISPA di Cimahi Melonjak, Tembus 2.675 Kasus dalam Empat Pekan
Kasus ISPA di Kota Cimahi meningkat dari 1.499 menjadi 2.675 kasus dalam empat pekan. Dinkes mengimbau warga waspada dan memanfaatkan SINARAP.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kota Cimahi, Jawa Barat, menunjukkan tren peningkatan dalam empat pekan terakhir.
Berdasarkan data Surveilans Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinas kesehatan Kota Cimahi, jumlah kasus meningkat dari 1.499 kasus pada minggu ke-34 menjadi 2.675 kasus pada minggu ke-37 tahun 2026.
Rinciannya, pada minggu ke-34 tercatat 1.499 kasus, kemudian meningkat menjadi 1.969 kasus pada minggu ke-35. Selanjutnya, jumlah kasus kembali naik menjadi 2.309 kasus pada minggu ke-36 dan mencapai 2.675 kasus pada minggu ke-37.
Dengan demikian, jumlah kasus pada minggu ke-37 meningkat sekitar 78 persen dibandingkan minggu ke-34. Tren kenaikan tersebut juga dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyati.
"Dalam empat minggu terakhir memang terjadi peningkatan yang berkelanjutan. Angka terus naik dan saat ini mencapai puncak 2.675 kasus," kata Mulyati, Jumat (2/10/2026).
Mulyati mengatakan Dinkes Kota Cimahi terus memantau perkembangan kasus dan mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada terhadap gejala gangguan saluran pernapasan.
"Kami memantau setiap hari dan mengimbau masyarakat tidak menganggap remeh gejalanya," jelasnya.
Tempat Tidur rumah sakit Mulai Penuh
Meningkatnya jumlah kasus ISPA turut berdampak pada kebutuhan pelayanan kesehatan. Keterisian tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Kota Cimahi dilaporkan mengalami peningkatan.
Untuk mencegah masyarakat datang ke rumah sakit yang kapasitas rawat inapnya penuh, Dinkes Cimahi mengimbau warga memanfaatkan aplikasi SINARAP atau Sistem Informasi Rawat Inap.
Aplikasi tersebut dapat digunakan untuk mengecek ketersediaan tempat tidur di rumah sakit sebelum pasien datang.
"Lewat SINARAP, masyarakat bisa melihat rumah sakit mana yang masih memiliki ruang, mana yang sudah penuh. Ini agar tidak sia-sia datang ke satu rumah sakit lalu dipindah ke tempat lain. Cukup cek lewat gawai, langsung tahu ke mana harus menuju," ujarnya.
Kelompok Rentan Diminta Lebih Waspada
Mulyati juga mengingatkan kelompok rentan, seperti bayi, balita, lansia, serta masyarakat dengan daya tahan tubuh rendah agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan.
Sejumlah gejala yang perlu diwaspadai antara lain demam, meriang, batuk, pilek, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, sakit kepala hingga nyeri otot.
Masyarakat yang mengalami gejala disarankan terlebih dahulu memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas atau klinik terdekat.
Menurut Mulyati, langkah tersebut dapat mempercepat penanganan sekaligus mencegah penumpukan pasien di rumah sakit.
"Jangan langsung ke rumah sakit kecuali dirujuk. Datang ke puskesmas atau klinik terdekat lebih dulu. Jika dokter menilai perlu dirujuk, barulah akan diarahkan ke rumah sakit. Cara ini memastikan pelayanan tepat sasaran dan tidak menumpuk di satu tempat," pesannya.
Mulyati menegaskan kondisi ISPA di Kota Cimahi masih dalam pemantauan. Masyarakat diminta tetap disiplin menjaga kebersihan dan menerapkan pola hidup sehat.
Warga yang sedang sakit juga dianjurkan menggunakan masker, beristirahat cukup dan memperbanyak minum air putih untuk membantu pemulihan sekaligus mengurangi risiko penularan kepada orang lain.***
Editor : JakaPermana

