Kasus Kebakaran Meningkat, Damkar KBB: Sebulan Terakhir Ada 24 Kasus

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut angka kasus kebakaran di wilayahnya mengalami peningkatan.

Kasus Kebakaran Meningkat, Damkar KBB: Sebulan Terakhir Ada 24 Kasus

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebut angka kasus kebakaran di wilayahnya mengalami peningkatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Damkar KBB dalam kurun waktu sebulan terakhir, yakni pada Juli 2023 tercatat sebanyak 24 kasus kebakaran baik bangunan maupun alang-alang.

"Selain karena imbas dari musim kemarau yang saat ini tengah mendera wilayah Indonesia termasuk Bandung Barat. Pemicu kebakaran kerap terjadi akibat dari arus pendek listrik, kompor (gas) maupun puntung rokok yang dibuang di alang-alang dan lain-lain," ungkap Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) KBB, Siti Aminah kepada wartawan, Rabu 2 Agustus 2023.

Siti memastikan, pihaknya tetap siap siaga selama 24 jam guna menangani kebakaran yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat.

"Sekarang banyak juga kebakaran alang-alang. Tapi kalau tidak ditangani bisa merembet ke rumah," ucapnya.

Sejauh ini, sebut Siti, pihaknya terus menyiagakan 10 kendaraan operasional yang terdiri dari tujuh kendaraan fire truck dan tiga water supply.

"Saya mengimbau masyarakat untuk hati-hati dengan semua yang bisa menimbulkan api. Seperti membuang puntung roko dan yang lainnya termasuk instalasi listrik," sebutnya.

Selain itu, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan mengecek kondisi rumah ketika akan ditinggalkan.

"Kompor juga harus dipastikan sudah dimatikan," ucapnya.

Pihaknya pun bersiaga 24 jam tidak hanya dari kebakaran saja namun tindakan penyelamatan maupun evakuasi hewan berbahaya juga dilakukan.

"Kita 24 jam, Damkar bukan hanya masalah kebakaran yah tapi juga penyelematan," imbuhnya.

Siti mengakui, hampir setiap hari pihaknya pun menerima laporan evakuasi hewan berbahaya dan penanganan masyarakat yang membutuhkan bantuan.

"Kalau sarang tawon tetep ada setiap hari. Terus ular, anjing liar lalu penanganan cincin yang engga bisa keluar dari jari.Hampir memang setiap hari selalu ada," pungkasnya. *** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti