KBS Jadi Solusi Sampah Kota Bandung, DLH: Kesadaran Warga Kunci Utama
Sebanyak 466 rukun warga (RW) di Kota Bandung, kini telah menerapkan kawasan bebas sampah (KBS). Program ini, menjadi langkah strategis dalam mendorong warga memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah dari rumah tangga.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Sebanyak 466 rukun warga (RW) di Kota Bandung, kini telah menerapkan kawasan bebas sampah (KBS). Program ini, menjadi langkah strategis dalam mendorong warga memilah, mengolah dan memanfaatkan sampah dari rumah tangga.
Plt Kepala UPT Pengelolaan Sampah DLH Kota Bandung R Ramdani menjelaskan, bahwa KBS bukan berarti wilayah itu benar-benar bebas sampah. Melainkan warga telah memiliki kepedulian untuk mengelola sampah secara mandiri.
“Ini adalah langkah awal menuju pengelolaan sampah yang lebih baik,” kata R Ramdani, Rabu 14 Mei 2025.
Menurutnya, saat ini Kota Bandung menghasilkan sekitar 140 rit sampah per hari dan sekitar 30 rit di antaranya perlu dikelola langsung di dalam kota. Ia menilai, program KBS bisa menjadi solusi untuk mengurangi beban pengangkutan dan pengolahan sampah kota.
Dengan total lebih dari 1.500 RW di Kota Bandung, jumlah RW yang bergabung dalam KBS sudah mencapai 28 hingga 29 persen. Harapannya, angka tersebut terus meningkat.
"Untuk bisa disebut sebagai KBS, sebuah RW harus memiliki sistem pemilahan sampah rumah tangga. Meski belum semua warga melakukannya, keikutsertaan dalam program ini tetap dianggap sebagai langkah awal yang penting," ucapnya.
DLH Kota Bandung diakuinya pun terus menggaungkan gerakan Kang Pisman (kurangi, pisahkan dan manfaatkan) yang merupakan pendekatan lokal dari prinsip 3R (reduce, reuse dan recycle).
Ramdani menambahkan, kesadaraan warga menjadi kunci utama. Pemilahan sampah yang baik, tak hanya memudahkan proses pengelolaan. Tapi juga mencegah dampak lingkungan, seperti munculnya belatung akibat sampah organik yang tidak dipisahkan.
"KBS bukan hanya target, tapi gerakan bersama demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat," ujar dia.
Editor : Doni Ramdhani

