KBS dan Gaslah, Strategi Kota Bandung Kurangi Sampah Sejak Rumah Tangga
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menyampaikan, perkembangan kawasan bebas sampah (KBS). Hingga kini, KBS telah diterapkan di 511 RW dengan kapasitas pengolahan mencapai 45 ton per hari.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menyampaikan, perkembangan kawasan bebas sampah (KBS). Hingga kini, KBS telah diterapkan di 511 RW dengan kapasitas pengolahan mencapai 45 ton per hari.
“KBS itu sudah mencapai 511 RW dengan kapasitas pengolahan sebesar 45 ton per hari. Di sini sudah ada alternatif-alternatif strategi pengolahan di samping KBS, ada juga Gaslah. Tapi intinya adalah KBS dan Gaslah, itu sama-sama menarget sampah dari sumber,” kata Darto, Sabtu 13 Desember 2025.
Ia menjelaskan, KBS dan Gaslah memiliki perbedaan mendasar. KBS menargetkan semua jenis sampah, sedangkan Gaslah hanya fokus pada sampah organik. “Kalau KBS itu tidak hanya sampah organik saja, dan kalau Gaslah itu nanti yang ditarget hanya sampah organik saja di level sumber,” ucapnya.
Terkait tantangan pelaksanaan KBS di wilayah, Darto menegaskan bukan masalah kesulitan. Melainkan kinerja pengolahan sampah yang perlu diperhatikan. “Isunya bukan sulit tidak sulit, isunya adalah kinerja pengolahannya. Kinerja yang perlu dibicarakan secara internal itu kinerja pengolahannya,” ujar dia.
Selain itu, pihaknya menekankan pentingnya pengurangan sampah sejak di tingkat rumah tangga. Rumah tangga merupakan produsen utama sampah, sehingga pengurangan harus dimulai dari sumber.
“Mengurangi itu jangan bikin sampah. Kalau sudah ada, ya dikurangi di sumber dengan cara dibikin kompos, dikasih makan magot atau pakai loseda. Jadi sampah tidak keluar dari rumah," jelasnya.
Darto menambahkan, strategi tersebut diharapkan dapat menekan jumlah sampah yang masuk ke tempat pengolahan akhir. "Sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah dari rumah tangga," tandas dia.***
Editor : JakaPermana


