Pengelolaan Sampah Kota Bandung Membaik, Pemerintah Siapkan Langkah Awal Tahun
Dipenghujung tahun, pengolahan sampah di Kota Bandung tercatat mengalami tren perbaikan yang semakin jelas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung, Darto menyampaikan, upaya pemerintah bersama masyarakat dan para investor mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Dipenghujung tahun, pengolahan sampah tercatat mengalami tren perbaikan yang semakin jelas.
"Secara umum, pengelolaan sampah di Kota Bandung mengalami peningkatan. Pak wali memberikan target minimal 300 ton sampah harus kita kelola setiap hari, dan hingga akhir Desember. kemampuan kita sudah naik menjadi 325 ton per hari," kata Darto, Sabtu 13 Desember 2025.
Ia menjelaskan, dari total sampah harian Kota Bandung yang mencapai 1.500 ton. Sebanyak 325 ton telah berhasil diolah. Pengelolaan tersebut dilakukan oleh tiga kelompok besar yakni pemerintah, masyarakat dan investor.
"Pemerintah sudah mengelola sekitar 205 ton, masyarakat melalui KSM dan berbagai inisiatif lainnya mengolah 85 ton dan investor berkontribusi 35 ton. Jadi total yang sudah kita kelola mencapai 325 ton per hari," ucapnya.
Meski terjadi peningkatan, dituturkan ia masih ada tantangan yang harus diselesaikan. Dari total sampah tersebut, 980 ton masih dibawa ke tempat pembuangan akhir di Sarimukti. Sementara 195 ton belum terolah dan masuk dalam skema penanganan darurat sampah.
Darto menjelaskan, penanganan sisa sampah ini akan menjadi fokus mulai awal tahun mendatang. "Yang 65 ton dari 195 ton itu, akan diolah langsung oleh pemerintah dengan anggaran yang sudah definitif di rencana anggaran 2026. Sisanya, sekitar 130 ton memerlukan tambahan anggaran dan skema khusus agar dapat teratasi secara optimal," ujar dia.
Saat ditanya apakah situasi ini berpotensi menimbulkan masalah, ia menyebut bahwa kondisi masih terkendali. "Sampai dengan nanti tanggal 10 Januari 2026, kita akan cek apakah akan ada masalah atau tidak. Sampai sebelum tanggal itu, semuanya masih aman," tandasnya.
Editor : Firda Rachmawati


