Farhan Ingin Program Pemkot Bandung Tetap Berlanjut meski Wali Kota Berganti
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ingin program pembangunan yang masih dibutuhkan warga tetap berlanjut meski terjadi pergantian wali kota.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Bandung'>Kota Bandung Muhammad Farhan berharap berbagai program Pembangunan yang berjalan selama masa kepemimpinannya tetap berlanjut meski kelak terjadi pergantian wali kota.
Menurut Farhan, program pembangunan bukan milik pribadi kepala daerah, melainkan bagian dari kebutuhan masyarakat Kota Bandung. Karena itu, kebijakan yang masih memberikan manfaat bagi warga tidak seharusnya dihentikan hanya karena terjadi pergantian kepemimpinan.
Dia mengatakan, keberlanjutan program menjadi bagian penting dari warisan kepemimpinannya. Farhan tidak ingin kebijakan yang telah berjalan dihentikan hanya karena program tersebut dibuat pada masa kepemimpinannya.
“Bandung yang siapa pun walikotanya, warganya bahagia. Tanpa kemudian merusak, atau istilahnya ketika Farhan sudah tidak menjadi Wali Kota Bandung lagi, jangan sampai wali kota pengganti mengatakan, ‘Bongkar program Farhan,’” kata Farhan, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, sebuah program tidak boleh melekat pada sosok kepala daerah. Kepemilikan program harus berada di tangan masyarakat sehingga pergantian pemimpin tidak otomatis mengubah kebijakan yang masih dibutuhkan warga.
“Enggak boleh. Program itu bukan milik Farhan, tapi milik warga. Sok we eta program warga, sanes program Farhan,” ucapnya.
Farhan juga menyinggung dinamika politik yang bisa terjadi setelah masa kepemimpinannya berakhir. Menurut dia, pergantian wali kota dapat menghadirkan pemimpin dari kelompok politik yang berbeda.
“Kan politik enggak pernah tahu ya, tiba-tiba yang menang lawan politik saya. Jangan sampai, ‘Wah program Farhan, alungkeun, bubukeun,’” ujar dia.
Dia menegaskan, program yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat tidak semestinya dihentikan hanya karena terjadi perubahan kepemimpinan. Menurut Farhan, penghentian program dasar justru dapat membuat masyarakat menjadi pihak yang dirugikan.
“Program dadasar, ari program dadasar mah ketika di stop warga nu sangsara,” tegasnya.
Fokus Penataan hingga Akhir 2027
Farhan mengatakan, hingga akhir 2027 arah pemerintahannya masih berfokus pada penataan Kota Bandung. Kebijakan tersebut, kata dia, berjalan sejalan dengan arah pembangunan yang dibawa Gubernur Jawa Barat.
“Sampai akhir 2027 kita penataan, penataan dan penataan. Ngikutin pak gubernur, ngikutin pak gubernur saja,” ujar dia.
Dalam konteks kesinambungan program, Farhan menegaskan dirinya tidak menghentikan berbagai program yang telah berjalan pada masa wali kota sebelumnya. Sejumlah program tetap diteruskan selama masa kepemimpinannya.
“Tidak ada, dilanjutin sama saya,” ucapnya.
Farhan kemudian menyebut Buruan Sae dan Kang Pisman sebagai dua program yang tetap dilanjutkan. Program pemberantasan buta huruf Al Quran serta perbaikan taman di kawasan Asia Afrika juga tetap berjalan.
“Buruan Sae diterusin, Kang Pisman diterusin. Pemberantasan buta huruf Al Quran diterusin, perbaikan taman Asia Afrika diterusin,” tuturnya.
Selain program sosial dan lingkungan, Farhan mengatakan program penurunan kabel yang digagas wali kota sebelumnya juga tetap dijalankan.
“Menurunkan kabel programnya Kang Yana sekalian pun saya teruskan, teruskeun kabeh,” ujar dia.
Farhan berharap pola kesinambungan kebijakan tersebut dapat membuat program pembangunan Kota Bandung tidak bergantung pada sosok yang sedang memimpin.
Baginya, keberhasilan kepemimpinan tidak hanya terlihat dari program yang lahir, tetapi juga dari kemampuan menjaga program agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat setelah terjadi pergantian pemimpin.***
Editor : JakaPermana

