Terinspirasi Halo-Halo Bandung, Ini Filosofi Nama Halo Bandung Super App

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menjelaskan filosofi nama Halo Bandung Super App yang terinspirasi lagu Halo-Halo Bandung dan sejarah Bandung Lautan Api.

Terinspirasi Halo-Halo Bandung, Ini Filosofi Nama Halo Bandung Super App
Halo Bandung Super App sebagai layanan digital terpadu bertepatan dengan HJKB ke-216.

INILAHKORAN.ID-Nama Halo Bandung Super App bukan sekadar identitas aplikasi Layanan Publik digital Kota Bandung. Nama tersebut dipilih dengan mempertimbangkan sejarah dan filosofi yang berkaitan erat dengan perjalanan Kota Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, nama Halo Bandung terinspirasi dari lagu perjuangan “Halo-Halo Bandung” karya Ismail Marzuki. Lagu tersebut memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah Kota Bandung, terutama peristiwa Bandung Lautan Api pada 1946.

“Nama Halo Bandung memiliki nilai historis, filosofis dan komunikasi yang kuat bagi masyarakat Kota Bandung. Nama ini terinspirasi dari lagu perjuangan legendaris ‘Halo-Halo Bandung’ karya Ismail Marzuki,” kata Farhan, Jumat (25/9/2026).

Menurut Farhan, keterkaitan dengan Bandung Lautan Api membuat nama Halo Bandung membawa semangat perjuangan yang telah melekat dalam perjalanan sejarah Kota Bandung.

Nilai historis tersebut kemudian dipadukan dengan kebutuhan komunikasi layanan publik di era digital.

“Lagu Halo-Halo Bandung memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Bandung Lautan Api tahun 1946 yang menjadi salah satu tonggak penting perjalanan Kota Bandung,” ujarnya.

Selain aspek sejarah, kata “halo” juga memiliki makna komunikasi yang sederhana dan dekat dengan masyarakat. Sapaan tersebut dinilai mudah dipahami berbagai kalangan sekaligus menggambarkan hubungan antara pemerintah dan warga.

“Kata ‘halo’ merupakan sapaan universal yang sederhana dan akrab. Mudah diterima berbagai kalangan,” tutur Farhan.

Ia mengatakan filosofi tersebut mencerminkan keinginan Pemerintah Kota Bandung untuk menghadirkan pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Pemerintah tidak hanya dituntut menyediakan layanan, tetapi juga mampu mendengar kebutuhan warga dan meresponsnya secara cepat.

“Filosofinya juga menggambarkan komitmen kita agar pemerintah selalu hadir, mendengar dan melayani kebutuhan masyarakat secara lebih dekat,” jelasnya.

Halo Bandung Super App diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung. Aplikasi tersebut mengintegrasikan berbagai layanan publik dalam satu platform.

Layanan yang tersedia antara lain administrasi kependudukan, perizinan, pembayaran pajak dan retribusi daerah, hingga pengaduan masyarakat.

Aplikasi tersebut juga menyediakan fitur pemantauan CCTV kota secara real-time. Warga dapat memanfaatkannya untuk mengetahui kondisi lalu lintas maupun situasi di sejumlah titik strategis Kota Bandung.

Farhan mengatakan kehadiran Halo Bandung menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan publik yang lebih transparan dan mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, Digitalisasi layanan harus berjalan seiring dengan orientasi pelayanan yang menempatkan kebutuhan warga sebagai perhatian utama.

“Pada saat yang bersamaan, tentu saja Kota Bandung pun harus menghadirkan sebuah transparansi dan kemudahan akses bagi warga Bandung untuk mendapatkan layanan terbaik. Untuk itu telah hadir aplikasi Halo Bandung,” katanya.

Melalui satu platform, masyarakat diharapkan lebih mudah menemukan informasi maupun mengakses layanan pemerintah daerah.

“Halo Bandung adalah upaya membangun pemerintahan yang responsif, terbuka, accountable dan transparan,” ucap Farhan.

Pemilihan nama yang familiar dan memiliki akar sejarah tersebut diharapkan turut memperkuat pengenalan aplikasi di tengah masyarakat.

Dengan membawa nama yang lekat dengan sejarah Kota Bandung, Halo Bandung Super App tidak hanya menjadi bagian dari transformasi digital layanan publik.

Nama tersebut juga menjadi penghubung antara semangat perjuangan masa lalu dengan upaya menghadirkan pelayanan pemerintahan yang lebih dekat dengan kebutuhan warga.***


Editor : JakaPermana