Kearifan Lokal Hajat Cai Jadi Kunci Ketersediaan Air Bersih Berkelanjutan di KBB

KBB memiliki tradisi berharga terkait air bersih. Kegiatan Hajat Cai tahunan digelar di reservoir Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibanteng.

Kearifan Lokal Hajat Cai Jadi Kunci Ketersediaan Air Bersih Berkelanjutan di KBB
Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail saat mengikuti tradisi Hajat Cai di Cibanteng KBB. (agus satia negara)

INILAHKORAN.ID - Kabupaten Bandung Barat (KBB) memiliki tradisi berharga yang terus dijaga dan imbangi rasa syukur sekaligus tanggung jawab atas anugerah sumber daya air. 

Hal itu terasa dalam pelaksanaan kegiatan Hajat Cai tahunan yang digelar di Reservoir Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Cibanteng, yang dikelola oleh Perumda Air Minum Tirta Wibawa Mukti. 

Kegiatan ini menjadi momen yang menyatukan upaya spiritual, sosial dan teknis demi menjaga keberlangsungan pasokan air bersih bagi ribuan warga.

Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail mengungkapkan, air bukan sekadar komoditas yang tersedia tanpa batas, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga kelestariannya dengan kesadaran penuh. 

"Air merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan. Ketersediaan air bersih yang memadai dan berkelanjutan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat," kata Asep, Rabu (14/10/2026).

Nilai luhur dalam tradisi Hajat Cai, menurut Asep adalah mengingatkan pemanfaatan air tidak boleh mengabaikan tanggung jawab pelestarian. Di sisi lain, kesadaran masyarakat saja belum cukup tanpa dukungan infrastruktur yang andal. 

Untuk itu, pengecekan berkala dan pemeliharaan sarana penyediaan air minum menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya menjaga keberlanjutan pelayanan. 

"Selain menjaga sumber air, hal yang tidak kalah penting adalah memastikan infrastruktur penyediaan air minum dapat berfungsi dengan baik," ungkapnya.

"Untuk itulah, monitoring infrastruktur aset SPAM Cibanteng menjadi kegiatan yang penting dalam memastikan kondisi aset, keberfungsian sarana dan prasarana, serta kebutuhan pemeliharaan dan perbaikan dapat diketahui secara langsung," jelasnya.

Asep menyebut, pihaknya mendorong Perumda Tirta Wibawa Mukti untuk terus meningkatkan standar pengelolaan, pemeliharaan berkala dan optimalisasi pemanfaatan aset agar pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin baik. 

Namun, keberhasilan ini tidak dapat berjalan sendirian. Pasalnya, seluruh elemen masyarakat diajak berperan aktif, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan di area sumber air hingga ikut menjaga kawasan resapan air di sekitar tempat tinggal masing-masing. 

"Keberhasilan menjaga ketersediaan air bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau Perumda, namun tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani