Kebersihan Dapur SPPG di Cimahi jadi Sorotan Usai Kasus Keracunan
Dinas Kesehatan Kota Cimahi menyoroti higienitas dan kebersihan Sentra Pangan Pemberi Gizi (SPPG) menyusul maraknya kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dinas Kesehatan Kota Cimahi menyoroti higienitas dan kebersihan Sentra Pangan Pemberi Gizi (SPPG) menyusul maraknya kasus keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Di Cimahi, khususnya di daerah Citeureup, Cimahi Utara, terdapat empat SPPG yang akan menjadi sasaran penyuluhan lingkungan oleh Dinkes. Kepala SPPG Citeureup Muhammad Ryan menjelaskan dapurnya dibangun dari nol dan berlokasi dekat Koramil.
"Jadi, ini bukan dapur yang sudah ada dari rumah atau tempat usaha. Tata letak dapur kami dirancang sedemikian rupa untuk menjaga kebersihan dari segala sisi," ujarnya, Selasa 30 September 2025.
Ryan mengklaim pihaknya sangat memperhatikan peletakan sampah dan alur keluar masuk mobil agar dapur tidak terkontaminasi. "Kami sangat menjaga kebersihan lahan dari luar," tegasnya.
Untuk memastikan kebersihan, seluruh pegawai SPPG Citeureup wajib mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.
"SOP dimulai dari mengenakan APD (alat pelindung diri) dan mengganti pakaian yang dibawa dari rumah dengan pakaian kerja khusus. Bahkan, peralatan pribadi pun disimpan di loker dan tidak dibawa ke area dapur," ujarnya.
"Kami memiliki 47 petugas. Sebelum bekerja, mereka dicek kukunya, rambutnya, dan kebersihan fisiknya secara keseluruhan," imbuhnya.
SPPG Citeureup memasok makanan bergizi ke lima sekolah di Cimahi. Ryan menegaskan bahwa pihaknya sangat memperhatikan kualitas bahan baku. "Kami memilih supplier yang berkualitas. Selain itu, kami juga mengatur jadwal kedatangan supplier agar proses persiapan dan pengolahan tidak terlambat," jelasnya.
Untuk bahan baku basah seperti ayam, daging, dan sayuran, dirinya memastikan bahwa semuanya habis dalam sehari. "Tidak ada yang tersisa. Bahan baku biasanya datang sore, lalu diolah pada malam hari. Ada shift malam mulai jam 12, juga jam 3 pagi untuk memasak. Distribusi dilakukan pada pagi hari, jam 8 dan jam 10," paparnya.
Selain itu, lanjut Ryan, jadwal distribusi disesuaikan dengan jam sekolah.
"Untuk SD, kami distribusikan pagi-pagi. Sementara untuk SMK, biasanya siang," pungkasnya.
Editor : Doni Ramdhani

