Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Akan Punya Tiga Pintu Air

Untuk mengatasi banjir, Kecamatan Waled akan punya tiga pintu air.

Kecamatan Waled Kabupaten Cirebon Akan Punya Tiga Pintu Air
Janjinpemkab cirebon atasi banjir

INILAHKORAN, Cirebon – Entah untuk yang keberapa kalinya, Pemkab Cirebon selalu memberikan solusi untuk menangani persoalan banjir yang sering terjadi di wilayah cirebon timur. Meskipun pada kenyataannya, banjir terus terjadi setiap tahunnya di tempat dan lokasi yang sama.

Kali inipun, Pemkab Cirebon bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung (Cimancis), menjanjikan akan membangun tiga pintu air. Lokasinya di Desa Mekarsari dan Desa Gunung Sari Kecamatan Waled. 

Wabup Cirebon, Agus Kurniawan Budiman mengakui‎‎, ada diskusi intens untuk penanganan banjir dilokasi tersebut. Diskusi dilakukan bersama Kuwu dan tokoh masyarakat untuk merumuskan langkah teknis yang bisa memperkecil risiko banjir. Dari hasil tinjauan lapangan, dua solusi sementara disepakati bersama BBWS.
‎
‎“Yang pertama yaitu akan dibuatkan pintu air tiga titik di Gunung Sari. Mudah-mudahan nanti akan cepat direalisasi,” kata Agus, Sabtu 23 November 2025.
‎
Sedangkan ‎solusi kedua akunya, adalah pembuatan sodetan dari Mekarsari ke Kali Pembuang Putat. Ini agar aliran air bisa dialirkan menuju Sungai Ciberes. Ini agar meminimalisasi banjir yang ada di dua desa tersebut. 

"Dalam satu tahun ternyata ada 30 sampai 35 kali banjir di dua desa ini. Mudah-mudahan ke depan nanti dengan adanya solusi ini bisa mengurangi tensi banjir khususnya yang ada di dua desa ini,” jelasnya Wabup. 
‎
Penyebab banjir kata Agus karena‎ kondisi wilayah Mekarsari dan Gunung Sari yang berbentuk cekungan. Ini membuat air sulit surut jika tidak ada saluran pembuang yang memadai. Posisinya di dua desa itu seperti piring yang berbentuk cekungan. 

‎Terkait waktu realisasi, Agus menyampaikan pembangunan pintu air menjadi kewenangan BBWS. Namun untuk sodetan, pemerintah desa bersama warga masih perlu bermusyawarah karena menyangkut penggunaan lahan masyarakat. (maman suharman) 


Editor : Firda Rachmawati