Kemarau 2026, 25.969 Warga Cirebon Terdampak Kekeringan

Sebanyak 25.969 warga dari 7.489 KK di Kabupaten Cirebon terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 109 ribu liter air bersih sejak Juli 2026.

Kemarau 2026, 25.969 Warga Cirebon Terdampak Kekeringan
Petugas BPBD Kabupaten Cirebon menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Sepanjang Juli–Oktober 2026, sebanyak 25.969 jiwa di 12 desa terdampak kekurangan air bersih.

INILAHKORAN.ID-Dampak musim kemarau 2026 mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 25.969 jiwa dari 7.489 kepala keluarga (KK) terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih.

Plt Kalak BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda mengatakan, kekeringan akibat musim kemarau mulai berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

"Musim kemarau 2026 di wilayah Kabupaten Cirebon berdampak terhadap kekurangan air bersih. Sampai saat ini tercatat 25.969 jiwa atau 7.489 KK terdampak," kata Syamsul Huda, Selasa 6 Oktober 2026.

Kekeringan Melanda 12 Desa di 9 Kecamatan

Syamsul menjelaskan, berdasarkan data BPBD Kabupaten Cirebon periode Juli hingga Oktober 2026, kekeringan telah melanda 12 desa yang tersebar di sembilan kecamatan.

"Untuk sementara ada 12 desa di sembilan kecamatan yang terdampak kekeringan dan mengalami kekurangan air bersih," jelasnya.

Adapun 12 desa yang terdampak kekeringan yakni Buyut, Ciwaringin, Cupang, Galagamba, Karangwuni, Kreyo, Mundu Pesisir, Panongan Lor, Sampiran, Sibubut, Sidamulya, dan Slangit.

"Wilayah terdampak tersebar di sejumlah kecamatan. Karena itu, penanganan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah," ungkapnya.

BPBD Cirebon Salurkan 109 Ribu Liter Air Bersih

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak, BPBD Kabupaten Cirebon telah melakukan 25 kali penyaluran bantuan air bersih sejak Juli hingga Oktober 2026.

Total bantuan air bersih yang telah didistribusikan mencapai 109.000 liter.

"Sejak Juli sampai Oktober 2026, kami sudah melakukan 25 kali pengiriman bantuan air bersih dengan total mencapai 109 ribu liter," kata Syamsul.

Menurutnya, penyaluran air bersih dilakukan sebagai bagian dari penanganan darurat terhadap masyarakat yang mulai kesulitan memperoleh air untuk kebutuhan sehari-hari akibat musim kemarau.

"Bantuan air bersih diberikan kepada masyarakat yang terdampak sebagai bagian dari penanganan darurat kekeringan," ucapnya.

Data Warga Terdampak Jadi Dasar Penanganan

Syamsul menambahkan, hingga Oktober 2026 BPBD masih mencatat sebanyak 12 desa di sembilan kecamatan terdampak kekeringan, dengan jumlah masyarakat terdampak mencapai 7.489 KK atau 25.969 jiwa.

Menurutnya, data tersebut akan terus menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan serta penyaluran bantuan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung.

"Data wilayah dan masyarakat terdampak akan menjadi dasar dalam penanganan serta penyaluran bantuan air bersih selama kondisi kekeringan masih berlangsung," pungkasnya.***


Editor : JakaPermana