Kisah Rachel Siswi Baru SDN Bunisari KBB, Ingin Sekolah Namun Gerbangnya Disegel Ahli Waris
Rachel siswi kelas 1 SDN Bunisari harus menggit jari keinginannya belajar tertahan setelah gerbang sekolah disegel dan dilas ahli waris
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Kekecewaan nampak di wajah Rachel (7) siswi SDN Bunisari di Gadobangkong KBB. Baru mau sekolah, namun pintu gerbangnya sudah disegel oleh ahli waris.
Rachel yang baru masuk kelas 1 SDN Bunisari harus menelan pil pahit. Lantaran dia tidak bisa masuk ke lingkungan sekolah lantaran pintu gerbang SDN Bunisari dilas dan disegel ahli waris atas nama Nana Rumantana.
Ia pun mengaku, sedih dan kecewa lantaran tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Bunisari.
Baca Juga: SDN Bunisari Disegel Ahli Waris, Ini Pernyataan dan Sikap Disdik KBB
"Saya masih kelas I dan setiap hari masuk jam 10.00 WIB," ujarnya, Senin 8 Agustus 2022.
Ia menuturkan, biasanya setiap hari Senin dirinya langsung mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
"Begitu sampai di sekolah saya langsung belajar," tuturnya.
Ia mengungkapkan, dengan kondisi gerbang sekolahnya yang digembok dan dilas merasa tidak enak dan sedih.
"Gak enak dan sedih, pengen bisa sekolah lagi," ungkapnya.
Baca Juga: Pemuda Asal Parongpong KBB Tega Cabuli Bocah SD di Cimahi
Sementara itu, Guru Agama SDN Bunisari, Muhamad Satori mengatakan, kronologisnya kemarin pagi ahli waris melakukan penggembokan dan mengelas pagar sekolah.
"Pagi tadi ketika siswa mau masuk, kebetulan yang belakang itu kelas 1, 3 dan 4 A,B,C tidak bisa masuk," katanya.
"Sedangkan sisanya belajar di depan. Jadi begitu, anak-anak datang gerbang masuk sudah digembok dan dilas," sambungnya.
Ia mengaku, berdasarkan informasi tindakan penggembokan dan pengelasan itu dilakukan ahli waris atau anak dari pemilik tanah ini.
Baca Juga: Gerbang Sekolah Disegel dan Dilas, Ratusan Murid SDN Bunisari Terlantar
"Yang saya dengar tentang sengketa tanah ini sudah lama. Kami di sini hanya mengajar, untuk urusan tanah kami tidak ikut campur," ujarnya.
Ia menyebut, kebetulan tadi pagi ada pihak dari desa dan menyerahkan persoalan ini ke dinas dan pihak Disdik KBB pun datang meninjau ke sekolah.
"Saya menyerahkan kepada dinas tentang kegiatan KBM selanjutnya di sekolah ini. Sebab, tidak ada pemberitahuan ataupun pengumuman resmi berkaitan dengan persoalan kali ini," sebutnya.
Baca Juga: Atmosfer Politik di KBB Memanas, Ketua P4KBB Ungkap Penyebabnya
Namun, untuk solusi ke depan pihaknya menunggu hasil dari koordinasi antara pihak dinas dan pihak ahli waris selanjutnya.
"Tapi kami dari sekolah akan mengantisipasi tentang berbagai kemungkinan jika besok masih belum bisa terselesaikan," ujarnya.
"Mungkin kelas 1, 3 dan 4 akan melakukan kegiatan KBM secara bergantian karena tadi ada satu kelas yang KBM-nya olahraga. Sehingga kegiatan belajarnya dilaksanakan di luar," tutupnya.*** (agus satia negara).
Editor : inilahkoran
