SDN Bunisari Disegel Ahli Waris, Ini Pernyataan dan Sikap Disdik KBB

Disdik KBB mengaku sudah menghubungi ahli waris soal penyegelan SDN Bunisari namun hingga kini belum ada respon

SDN Bunisari Disegel Ahli Waris, Ini Pernyataan dan Sikap Disdik KBB
Disdik KBB memastikan kegiatan belajar di SDN Bunisari kembali normal meskipun pintu gerbang sempat disegel. Disdik pun sudah menghubungi ahli waris namun belum ada respon.

 

INILAHKORAN, Ngamprah - Disdik KBB telah meninjau lokasi SDN Bunisari di Gadongbangkong yang disegel dan dilas pintu gerbangnya.

Kasi Kelembagaan dan Sarpras, Disdik KBB, Eri Tri Kurniadi mengatakan, pihaknya sudah meninjau secara langsung kondisi sekolah yang disegel dan dilas pintu gerbangnya, dan para siswa yang tidak bisa melakukan aktivitas belajar mengajar.

Menurutnya, kondisi para murid SDN Bunisari Gadobangkong yang gerbang sekolahnya disegel dan dilas saat ini sudah kondusif setelah sebelumnya sempat terlantar dan tidak bisa mengikuti KBM.

Baca Juga: Gerbang Sekolah Disegel dan Dilas, Ratusan Murid SDN Bunisari Terlantar

"Saya sudah mencoba menghubungi pihak ahli waris namun tidak ada respon," katanya saat ditemui di SDN Bunisari, Senin, 8 Agustus 2022.

"Mudah-mudahan permasalahan ini segera selesai kalau sudah bertemu dengan ahli warisnya," sambungnya.

Terkait dengan kegiatan pembelajaran, lanjut dia, pihaknya bakal menyiapkan menerapkan sistem shift. Bahkan, pihaknya pun sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pihak sekolah.

Baca Juga: Targetkan 2.000 Ekor Anjing, Dispernakan KBB Pertahankan Nol Kasus Rabies

"Sistem KBM shift ini dilakukan karena jumlah siswa di sini juga cukup banyak," ujarnya.

Ia mengaku, beberapa tahun silam pihak ahli waris juga sempat mendatangi Disdik KBB dan membahas kejelasan status lahan di SD Negeri Langensari. Bahkan, jauh sebelum dimerger dengan SDN Bunisari.

"Kami pun hanya menyarankan dan mempersilahkan. Namun, kami menunggu hasil inkrahnya seperti apa dan kami mengikuti," ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun menyayangkan tindakan yang dilakukan pihak ahli waris lantaran tidak saja penggembokan, namun juga pengelasan gerbang tanpa adanya pemberitahuan.

Baca Juga: Atmosfer Politik di KBB Memanas, Ketua P4KBB Ungkap Penyebabnya

"Ini selain tidak ada informasi, tindakan yang dilakukan pun sepihak," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan siswa SDN Bunisari, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terlantar lantaran sekolah tempatnya belajar disegel pihak ahli waris atas nama Nana Rumantana.

Pasalnya, tanpa pemberitahuan yang jelas gerbang masuk sekolah ditutup dan dilas. Bahkan, disamping gerbang tersebut tertera Surat Keterangan Kepala Desa dengan Nomor: 100/387/2008.DS/IX/Pem.

Dalam DK tersebut tertulis, berdasarkan akta jual beli nomor 73/Pdl/1970 tanggal 20 Januari 1970 yang dikeluarkan oleh PPATS/ Camat Padalarang Sutisna Ariana, SH. Bahwa objek tanah seluas kurang lebih 700 M² Nomor Pasal 89 Kelas D II Nomor Cohir 1390 Blok Cimareme, dengan batas sebelah utara, SDN Bunisari, sebelah timur solokan, sebelah selatan Usup, sebelah barat, Winata. *** (agus satia negara).


Editor : inilahkoran